Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-14 dengan eskalasi yang masih terus berlanjut. Kerugian jiwa meningkat signifikan, sementara dampak ekonomi global terutama pada harga minyak semakin terasa berat.
Menurut laporan terbaru, enam anggota militer AS meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar di Irak barat. Insiden ini bukan akibat serangan musuh, melainkan kecelakaan teknis yang melibatkan dua pesawat tangki udara AS.
Situasi Militer dan Serangan Terbaru
Kekuatan militer Iran dilaporkan mengalami penurunan drastis akibat serangan gabungan AS dan Israel. Menteri Pertahanan AS menyebut volume rudal Iran turun hingga 90 persen dan jumlah drone berkurang 95 persen. Serangan Israel masih berlangsung, dengan target meliputi pos keamanan, gedung pemerintah, dan tempat penyimpanan senjata militer di Iran.
Gelombang baru serangan misil juga diluncurkan ke wilayah Israel pada hari Jumat, menyebabkan dua orang cedera dan kerusakan pada bangunan di utara negara tersebut. Iran dan kelompok Hizbullah dari Lebanon dikabarkan melakukan serangan simultan ke wilayah Israel, menurut media resmi Iran.
Dampak di Kawasan dan Krisis Pengungsi
Operasi militer Israel diperluas ke Lebanon, khususnya di Beirut, untuk menargetkan Hizbullah. Pengungsi internal di Lebanon diperkirakan mencapai lebih dari satu juta jiwa akibat peningkatan konflik. Selain itu, korban sipil terus bertambah, termasuk dua akademisi yang tewas akibat serangan udara Israel di sebuah universitas Lebanon.
Krisis Energi Global dan Selat Hormuz
Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, semakin tidak aman akibat konflik ini. Iran mengancam untuk terus menutup selat tersebut, memicu kekhawatiran kenaikan harga bahan bakar global. Harga bensin di AS naik menjadi rata-rata $3,63 per galon, mencatat rekor tertinggi dalam 22 bulan terakhir.
Iran sedang mempertimbangkan langkah yang melibatkan pembatasan kapal tanker minyak yang lewat. Syaratnya kemungkinan perdagangan minyak hanya bisa dilakukan menggunakan yuan Tiongkok, ujar sumber dari pemerintah Iran. Hal ini menandakan upaya Tehran untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan energi.
Respons dan Kebijakan AS
Pemerintah AS menawarkan hadiah $10 juta bagi informasi mengenai tokoh-tokoh kunci pemerintahan Iran, termasuk pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Selain itu, ada rencana penggelaran Unit Ekspedisi Marinir AS ke Timur Tengah. Misi unit ini diduga mencakup evakuasi, operasi amfibi, dan tugas khusus lainnya.
Ketua komite penting di Senat AS juga berencana menggelar sidang pengawasan publik pertama terkait konflik ini, menghadirkan pejabat tinggi Departemen Pertahanan sebagai saksi. Hingga kini, hanya ada sidang terbatas dan rahasia yang dilaksanakan di Kongres AS.
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa eskalasi akan berakhir saat dia merasakan tanda-tandanya secara jelas. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan pengawalan kapal tanker AS melewati Selat Hormuz dalam waktu dekat sebagai bentuk upaya untuk menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran semakin kompleks dan berdampak luas. Kondisi di lapangan, serta kebijakan negara-negara besar, masih akan terus berubah dan menentukan arah peperangan serta kestabilan kawasan Timur Tengah.







