Serangan drone yang terjadi di dekat Bandara Internasional Dubai memaksa pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) mengganti rute beberapa penerbangan dari salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut. Api yang dipicu oleh serangan mengenai salah satu tangki bahan bakar di sekitar bandara berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran, dan tidak ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut.
Otoritas penerbangan sipil Dubai menghentikan sementara operasional penerbangan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penumpang dan staf. Sejumlah penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Al Maktoum. Namun belum diumumkan kapan aktivitas penerbangan akan kembali normal.
Serangan Meluas ke Wilayah Teluk
Serangan drone dan rudal yang melanda Dubai tidak terjadi secara terpisah. Negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi juga melaporkan serangan serupa yang berhasil dihalau oleh pertahanan udara masing-masing. Di Abu Dhabi, sebuah misil jatuh mengenai kendaraan sipil yang menewaskan satu warga Palestina di kawasan Al Bahyan.
Wilayah industri Fujairah juga mengalami kebakaran akibat serangan drone. Kebakaran ini dipicu oleh serpihan hasil pencegatan drone oleh tim pertahanan, dan hingga saat ini belum ada laporan korban luka dari insiden tersebut. Sehari sebelumnya, dua drone yang jatuh di dekat bandara Fujairah menyebabkan empat orang terluka.
Dampak dan Statistik Korban
Sejak konflik dimulai akhir Februari lalu, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan enam kematian, termasuk empat warga sipil dan dua personel militer yang meninggal karena kecelakaan helikopter akibat kerusakan teknis. Insiden serangan di wilayah UEA menimbulkan gangguan parah terhadap aktivitas penerbangan dan keamanan wilayah.
Pembenaran Iran terhadap Serangan
Iran membenarkan serangan yang dilancarkan ke negara-negara Teluk dengan alasan bahwa kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut menjadikan negara-negara tersebut sebagai target sah. Hal ini merupakan respons atas serangan udara gabungan Israel dan AS ke Teheran pada akhir Februari.
Selain sasaran militer, infrastruktur sipil seperti landmark penting, bandara, pelabuhan, serta fasilitas minyak turut menjadi sasaran. UEA, yang telah menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sejak 2020, menjadi target terbanyak dengan lebih dari 1.800 peluru kendali dan drone ditembakkan oleh Iran.
Reaksi Negara Teluk dan Dunia
Seluruh negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah melaporkan lebih dari 2.000 serangan misil dan drone serta mengutuk aksi agresi Iran. Dalam pembicaraan telepon, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengecam keras serangan yang disebut sebagai “dosal dan tidak dapat diterima”. Mereka menegaskan niat untuk mempertahankan kedaulatan wilayah masing-masing.
GCC bersama Inggris dan Yordania juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk agresi Iran dan menyerukan deeskalasi ketegangan. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah menggagalkan tiga gelombang serangan drone di wilayah timurnya dengan total 23 drone berhasil dihancurkan.
Qatar juga melaporkan serangan serupa pada malam Minggu dan memastikan semua drone berhasil diintercept. Bandara Internasional Kuwait mengalami kerusakan pada peralatan radar akibat serangan, meskipun Iran membantah terlibat dalam aksi tersebut.
Dampak Terhadap Kebijakan Luar Negeri Negara Teluk
Menurut laporan dari Doha, negara-negara Teluk kini tengah melakukan penyesuaian kebijakan luar negeri mereka. Ketegangan dengan Iran telah menyebabkan para pemimpin Arab meredefinisi hubungan regional dan kepercayaan mereka terhadap Amerika Serikat sebagai mitra jangka panjang mengalami keraguan yang signifikan.
Serangan Balasan di Iran
Lebih lanjut, serangan udara baru baru ini dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, setelah Israel mengumumkan gelombang serangan baru. Serangan-serangan ini disebut termasuk yang paling berat selama konflik berlangsung. Lebih dari tiga juta warga Iran telah mengungsi akibat intensitas bombardir yang tinggi di berbagai wilayah.
Data resmi menyebutkan hampir 1.500 warga sipil Iran meninggal akibat konflik. Serangan di Teheran juga menyebabkan kerusakan fasilitas medis milik Palang Merah dan tempat bantuan kemanusiaan, mempersulit penanganan korban sipil.
- Ribuan drone dan rudal telah diluncurkan oleh Iran ke negara-negara Teluk sejak awal konflik.
- Infrastruktur sipil dan militer menjadi sasaran utama serangan.
- Negara-negara Teluk dan sekutu internasional mengecam aksi Iran dan menuntut penghentian eskalasi.
- Dampak serangan berdampak luas pada transportasi, kesehatan, dan keamanan regional.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa serangan ini terus berlanjut dengan intensitas tinggi, yang berpotensi memperpanjang ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan Teluk. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi pengelolaan keamanan dan kegiatan ekonomi, termasuk transportasi udara yang krusial di wilayah tersebut.
