Israeli Tembak Kendaraan Keluarga Palestina, 16 Tewas di Gaza dan Tepi Barat, Ketegangan Kian Memuncak

Pasukan Israel menewaskan 16 orang Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, menurut data dari petugas medis setempat. Insiden ini merupakan salah satu jumlah korban tewas terbanyak dalam satu hari selama beberapa pekan terakhir.

Di Jalur Gaza, serangan udara oleh militer Israel mengenai sebuah kendaraan di dekat pintu masuk kota Zawayda. Dalam serangan itu, seorang pejabat senior polisi dan delapan anggota polisi lainnya tewas, sementara sedikitnya 14 orang lainnya, kebanyakan warga sipil, mengalami luka-luka, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Sebelumnya, serangan udara di wilayah Nuseirat, bagian tengah Gaza, juga menewaskan tiga anggota keluarga: seorang pria, istrinya yang sedang hamil, dan anak mereka. Militer Israel mengkonfirmasi operasi serangan tersebut sebagai respons atas serangan oleh militan Hamas terhadap pasukannya sehari sebelumnya.

Di Tepi Barat yang diduduki Israel, sebuah keluarga Palestina terdiri atas ayah, ibu, dan dua anaknya tewas saat kendaraan mereka ditembak. Militer Israel menyatakan sedang meninjau kejadian tersebut, sementara otoritas kesehatan Palestina mengkonfirmasi kematian mereka.

Menurut pernyataan militer Israel, operasi yang berlangsung di desa Tammun bertujuan menangkap warga Palestina yang dituduh terlibat dalam aktivitas teror terhadap pasukan keamanan. Saat operasi, kendaraan tersebut melaju kencang ke arah pasukan yang kemudian menanggapi dengan tembakan.

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang selamat dari insiden itu menceritakan bahwa seluruh anggota keluarganya tewas akibat tembakan langsung, dan dirinya diseret keluar dari kendaraan serta mengalami kekerasan fisik. Anak itu juga mengungkapkan kata-kata kasar yang dilontarkan oleh para tentara.

Selain itu, satu warga Palestina juga tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel semalam, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Kelompok pemukim di Tepi Barat dilaporkan memanfaatkan pembatasan pergerakan akibat konflik antara Israel dan Iran untuk menyerang warga Palestina.

Sejak awal perang antara Israel dan Iran, pemukim telah membunuh setidaknya lima warga Palestina di Tepi Barat, menurut data otoritas kesehatan Palestina. Kondisi ini diperparah dengan adanya pos pemeriksaan militer yang menghambat akses ambulans ke lokasi serangan, sehingga memperlambat penanganan medis bagi para korban.

Sejak gencatan senjata berlaku Oktober lalu, Jalur Gaza mengalami beberapa kali lonjakan kekerasan meskipun intensitas serangan Israel sempat menurun setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Namun, serangan udara Israel telah meningkat kembali dan menewaskan sedikitnya 36 warga Palestina sejak konflik dengan Iran meletus.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata berlaku, total korban tewas akibat serangan Israel mencapai 670 orang Palestina. Sementara itu, Israel melaporkan empat prajuritnya tewas oleh militan Gaza selama periode yang sama.

Situasi ini menggambarkan konflik yang terus berlanjut dengan dampak kemanusiaan yang berat di kawasan Gaza dan Tepi Barat. Ketegangan berkepanjangan memperparah kondisi sosial dan keamanan, serta menimbulkan krisis serius bagi masyarakat sipil yang terdampak langsung oleh kekerasan.

Berita Terkait

Back to top button