Polisi London tengah menyelidiki dugaan tindak kejahatan kebencian antisemit setelah empat ambulans milik organisasi bantuan Yahudi dibakar di daerah Golders Green. Kebakaran terjadi pada dini hari, menimbulkan ledakan tabung oksigen di ambulans sehingga kaca rumah di sekitar pecah.
Ambulans yang terbakar merupakan milik Hatzola Northwest, sebuah organisasi relawan yang memberikan layanan medis darurat kepada komunitas Yahudi setempat. Petugas pemadam kebakaran melaporkan ambulans-ambulans tersebut hancur total, hanya meninggalkan bangkai kendaraan berwarna hitam gosong.
Video rekaman keamanan menunjukkan tiga pelaku berlari menuju lokasi ambulans dan diduga membakar kendaraan-kendaraan itu. Saat kejadian, tidak ada korban jiwa karena warga sekitar dievakuasi segera sebagai tindakan pencegahan.
Reaksi Aparat dan Warga
Polisi mengonfirmasi bahwa mereka mencari tiga tersangka terkait insiden ini, namun belum ada yang ditangkap. Superintendent Sarah Jackson menyatakan, “Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar dalam komunitas dan penyelidikan mendesak masih dilakukan.” Polisi memastikan situasi sudah terkendali meskipun dampak ledakan tabung gas sempat menimbulkan kepanikan.
Warga sekitar yang menjadi saksi mata menggambarkan suara ledakan yang sangat keras. Mark Reisner, salah satu penghuni di Golders Green, menceritakan kepada media bahwa ledakan itu terasa sampai ke perutnya. Ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan perasaan bingung dan kaget di antara penduduk setempat.
Kecaman dari Berbagai Pihak
Organisasi pengawas komunitas Shomrim mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan kriminal sekaligus serangan yang menargetkan layanan darurat komunitas Yahudi. Mereka menegaskan bahwa aksi ini sangat mengkhawatirkan mengingat pentingnya fungsi ambulans tersebut bagi masyarakat lokal.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengutuk peristiwa ini sebagai “serangan pembakaran antisemit yang sangat mengerikan” dan menegaskan bahwa antisemitisme tidak boleh mendapat tempat di masyarakat. Ucapan serupa disampaikan oleh Uskup Agung Canterbury, Sarah Mullally, yang menyebut tindakan kekerasan dan intimidasi semacam ini tidak boleh terjadi.
Sementara itu, Kepala Rabbin Ephraim Mirvis menyebut serangan ini sebagai “serangan yang mengerikan.” Ia menambahkan bahwa komunitas Yahudi global kini menghadapi lonjakan serangan kekerasan dan akan bersatu dalam menentang kebencian serta intimidasi.
Konteks Lonjakan Insiden Antisemit di Inggris
Jumlah laporan insiden antisemit di Inggris meningkat tajam sejak perang Israel-Hamas yang dimulai akhir tahun lalu. Data Community Security Trust (CST), organisasi yang bekerja melindungi komunitas Yahudi, menunjukkan angka insiden naik dari 1.662 pada 2022 menjadi 3.700 pada tahun lalu.
Rangkaian serangan kekerasan juga terjadi, termasuk kasus seorang penyerang yang menabrakkan mobil ke pengunjung sinagoga di Manchester pada perayaan Yom Kippur, mengakibatkan satu korban meninggal dan satu orang lainnya tewas akibat tembakan polisi.
Selain di Inggris, serangan-serangan yang diduga bermotif antisemit juga terjadi di kota-kota Eropa lain seperti Amsterdam, Liege, dan Rotterdam. Belum lama ini, aparat Prancis juga menggagalkan rencana teror yang menargetkan komunitas Yahudi.
Implikasi Keamanan Bagi Komunitas Yahudi
Kasus pembakaran ambulans ini menandai eskalasi yang serius dalam bentuk serangan terhadap fasilitas vital komunitas. Hatzola Northwest berperan penting dalam membantu penanganan darurat terutama di daerah yang berpenduduk Yahudi padat. Tidak hanya menjadi sasaran fisik, komunitas juga menghadapi ancaman keamanan yang meningkat dari berbagai sumber.
Polisi dan lembaga keamanan saat ini terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah serangan susulan. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengidentifikasi motivasi di balik aksi pembakaran yang diduga merupakan kejahatan kebencian.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap kelompok minoritas dan penegakan hukum tegas terhadap tindak intoleransi. Upaya kolaboratif antara aparat keamanan dan komunitas diharapkan dapat meminimalkan risiko kejadian kekerasan berulang serta memperkuat solidaritas sosial.









