Polisi Kontra Terorisme Inggris Selidiki Pembakaran Ambulans Yahudi, Kelompok Pro-Iran Klaim Tanggung Jawab

Polisi kontra-terorisme Inggris tengah menyelidiki serangan pembakaran yang menargetkan ambulans komunitas Yahudi di London. Empat ambulans milik Hatzola, layanan darurat sukarelawan Yahudi, dibakar di tempat parkir sebuah sinagoga di wilayah Golders Green sekitar pukul 01:45 pagi.

Pihak berwenang mengklasifikasikan insiden ini sebagai kejahatan kebencian antisemitik. Detektif Kepala Luke Williams dari Metropolitan Police menegaskan bahwa penyelidikan kini dipimpin oleh unit kontra-terorisme, meskipun serangan ini belum resmi dinyatakan sebagai tindakan terorisme.

Sebuah video yang beredar secara daring mengklaim bahwa kelompok Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiyya, yang diduga memiliki hubungan dengan Iran, bertanggung jawab atas serangan ini. Kelompok tersebut sebelumnya telah mengaku melakukan serangan terhadap situs-situs Yahudi di Belgia dan Belanda.

Polisi juga sedang menyelidiki hubungan potensial antara kelompok ini dan serangan pembakaran di London. Williams menjelaskan bahwa otoritas akan memprioritaskan verifikasi keaslian klaim tersebut, namun belum bisa mengonfirmasi secara pasti keterlibatan kelompok itu saat ini.

Menurut Alan Mendoza, direktur eksekutif Henry Jackson Society, serangan ini merupakan akibat kegagalan kebijakan dalam menghadapi aktivitas teroris yang terkait dengan Iran di Inggris. Mendoza menilai pemerintah Inggris belum mengambil langkah signifikan dalam membatasi operasional entitas yang terhubung rezim Iran di wilayahnya.

Pendekatan Inggris yang mencoba menjaga jarak sambil menghindari konfrontasi langsung dengan Iran dianggap telah memberi keberanian lebih pada Tehran. Mendoza menyatakan bahwa kebijakan saat ini merupakan ilusi dan pemerintah tidak mengakui keterlibatan Inggris dalam konflik tersebut, padahal rezim Iran melihat posisi Inggris sebagai target potensial.

Joe Truzman, analis senior dari Foundation for Defense of Democracies, menilai kemungkinan keterlibatan kelompok Ashab al-Yamin harus diselidiki lebih lanjut. Ia mencatat bahwa kelompok ini telah melancarkan beberapa serangan terhadap institusi Yahudi di Eropa sejak konflik antara Iran dan Israel meningkat.

Insiden pembakaran ini menambah gelombang kekerasan antisemitik yang marak terjadi di Eropa belakangan ini. Scott Saunders, CEO dari International March of the Living, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan komunitas Yahudi, apalagi lokasi yang diserang adalah tempat ibadah dan pusat bantuan darurat.

Pihak kepolisian mengungkapkan adanya tiga tersangka yang terekam CCTV sedang menuangkan bahan pembakar sebelum menyalakan api pada ambulans tersebut. Tidak ada korban luka dalam insiden ini, namun warga sekitar dievakuasi sebagai langkah pencegahan.

Insiden ini juga mendapat kecaman dari berbagai pejabat dan tokoh masyarakat. Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan bahwa serangan pada komunitas Yahudi adalah serangan terhadap seluruh masyarakat. Ia berjanji akan melawan segala bentuk kebencian antisemitik.

Sementara itu, Chief Rabbi Sir Ephraim Mirvis menyebut peristiwa ini sebagai serangan yang sangat menjijikkan, bukan hanya kepada komunitas Yahudi tetapi juga nilai-nilai yang dianut bersama masyarakat luas. Ia menilai serangan pada ambulans sukarelawan menggambarkan matriks bahaya yang tengah dihadapi komunitas tersebut.

Dr. Charles Asher Small, pendiri Institute for the Study of Global Antisemitism and Policy, menggarisbawahi bahwa serangan terhadap sasaran Yahudi yang sangat terlihat ini bukan perbuatan vandalisme biasa. Serangan ini merupakan manifestasi kekerasan yang lahir dari normalisasi dan institusionalisasi kebencian terhadap Yahudi.

Dia juga menyebut bahwa di balik aksi kekerasan tersebut terdapat rezim Iran yang secara aktif mendanai dan mengarahkan jaringan yang melihat institusi Yahudi di Inggris sebagai sasaran yang sah. Hal ini menegaskan kompleksitas ancaman serta keterkaitan global dalam serangan ini.

Tidak ada penangkapan yang terjadi hingga kini, dan polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor. Penyelidikan terus berjalan dengan mempertimbangkan semua kemungkinan dan bukti yang ada sebagai prioritas utama.

Serangan ini menjadi bagian dari tren kekerasan antisemitik yang meningkat secara signifikan di berbagai negara Barat. Negara-negara diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk melindungi komunitas Yahudi dan mencegah tragedi lebih lanjut yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Berita Terkait

Back to top button