Topeng Terakhir Napoleon Terungkap, Keajaiban Topi Bersejarah Kini Dipamerkan di Paris

Author: Qoo Media

Sebuah topi yang diyakini pernah dikenakan oleh Napoleon Bonaparte saat masa pengasingannya di Pulau Saint Helena akhirnya ditemukan dan akan dipamerkan di luar Paris. Topi bicorne hitam berbahan felt ini akan dipamerkan di Chateau de Chantilly, wilayah utara Paris, pada akhir tahun ini.

Mathieu Deldicque, direktur Museum Conde, tempat topi tersebut akan dipajang, menyebut penemuan ini sebagai “keajaiban sejati.” Ia menekankan bahwa seluruh bagian topi tersebut masih dalam kondisi sangat terawat dan hampir sempurna.

Jean-Guillaume Parich, ahli dari Museum Angkatan Darat yang mengonfirmasi keaslian topi tersebut, menyatakan bahwa ini salah satu dari empat topi yang dibawa Napoleon dalam pengasingan terakhirnya di Saint Helena. Topi tersebut terbuat dari felt bulu berang-berang dan memiliki ciri khas mewah, termasuk lapisan dalam berbahan sutra yang bahkan memperlihatkan bekas keringat.

Bekas keringat itu memberi gambaran nyata tentang kehidupan sang kaisar dalam tahun-tahun terakhirnya. Penemuan ini membuka tabir tentang masa pengasingan Napoleon yang selama ini hanya terekam dalam dokumen dan lukisan.

Dalam wasiatnya yang dibuat tidak lama sebelum wafatnya pada tahun 1821, Napoleon meninggalkan warisan berupa beberapa barang imperial, termasuk dua topi terakhirnya, untuk putranya yang dikenal sebagai Raja Roma. Namun, barang-barang tersebut tidak pernah sampai ke tangan Napoleon II karena putranya meninggal lebih dulu akibat infeksi paru-paru.

Setelah kematian Napoleon II, koleksi barang-barang imperial yang dibawa kembali dari Saint Helena diwariskan kepada saudara perempuan Napoleon, Caroline Murat, pada tahun 1836. Topi ini pun akhirnya menjadi bagian dari koleksi Museum Conde sejak tahun 1904. Meski demikian, topi itu kemudian disimpan dalam gudang dan tidak dikenal oleh para ahli maupun penggemar sejarah Napoleon selama puluhan tahun.

Baru pada tahun 2025, ketika hendak menyiapkan sebuah pameran, Parich berhasil melacak perjalanan topi ini dan menegaskan keasliannya. Topi tersebut dibuat oleh Poupard, tukang topi resmi Napoleon. Ciri khas topi ini antara lain proporsi bentuk yang unik, kokardi tiga warna kecil, serta lapisan dalam dari sutra tafeta.

Napoleon diketahui telah memesan sekitar 60 hingga 80 topi bicorne seperti ini selama masa hidupnya. Berbeda dengan perwira lainnya, Napoleon mengenakan topi ini dengan posisi menyamping, sehingga menciptakan siluet yang mudah dikenali oleh pasukannya di medan pertempuran.

Hingga saat ini, sekitar 15 topi serupa telah terautentikasi dan sebagian besar disimpan dalam koleksi museum. Topi yang baru ditemukan ini nantinya akan menjadi fokus utama dalam sebuah pameran mengenai koleksi seni milik saudara perempuan Napoleon, yang akan dibuka pada awal Juni.

Memorabilia terkait Napoleon memang memiliki nilai yang sangat tinggi di pasar lelang. Pada tahun 2023, sebuah topi milik Napoleon saat ia menjadi kaisar berhasil terjual dengan harga hampir dua juta euro, mencatat rekor sebagai barang sejarah termahal.

Pameran ini tidak hanya akan menampilkan warisan Napoleon secara fisik, tapi juga membuka wawasan baru tentang kehidupan pribadi sang kaisar selama masa-masa terakhirnya di pengasingan. Koleksi ini diharapkan bisa memberikan pengalaman edukasi yang kuat sekaligus melestarikan sejarah bagi generasi mendatang.

Terbaru