Zelenskiy Siap Bawa Gencatan Senjata Paskah Ke Washington, Uji Respons Kremlin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan akan meminta mediator Amerika Serikat menyampaikan tawaran gencatan senjata Paskah kepada Rusia. Tawaran itu berfokus pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi, setelah Kremlin menyebut belum menerima proposal yang rinci.

Pernyataan itu muncul di tengah mandeknya perundingan damai yang dimediasi Washington, saat perang di Ukraina terus memasuki fase yang makin sensitif bagi sektor energi, wilayah timur, dan diplomasi internasional. Zelenskiy juga menegaskan bahwa Ukraina siap membalas jika serangan Rusia berlanjut, tetapi akan merespons secara timbal balik bila Moskow menghentikan serangan ke sistem energi Ukraina.

Rencana pembicaraan dengan Amerika Serikat

Zelenskiy menyebut akan bertemu secara daring pada Rabu dengan dua negosiator Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang juga menantu Presiden Donald Trump, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Pertemuan itu akan membahas status perundingan damai yang sedang difasilitasi Amerika Serikat dengan Rusia.

Dalam kesempatan terpisah saat menghadiri acara peringatan empat tahun pembantaian di Bucha, dekat Kyiv, Zelenskiy berkata bahwa tawaran gencatan senjata Paskah akan dibawa ke pihak Amerika Serikat lebih dulu. Ia menambahkan bahwa Washington diminta meneruskan pesan itu kepada Moskow.

Zelenskiy mengatakan, “Jika mereka menyerang kami, kami akan merespons. Jika mereka setuju menghentikan serangan ke infrastruktur energi kami, kami akan membalas dengan langkah yang sama.” Pernyataan itu memperlihatkan posisi Kyiv yang masih membuka ruang jeda terbatas, tetapi hanya jika Rusia menghormati penghentian serangan yang saling mengikat.

Kremlin merespons dingin

Kremlin menanggapi wacana gencatan senjata energi itu dengan hati-hati dan tidak menunjukkan dukungan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pihaknya belum melihat usulan yang diformulasikan secara jelas dan lebih memilih kesepakatan damai menyeluruh daripada jeda terbatas.

Peskov juga menyatakan Zelenskiy harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab agar tercapai perdamaian, bukan sekadar gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa semakin lama proses ini tertunda, semakin tinggi pula “harga perdamaian” bagi Ukraina.

Sikap dingin Moskow mencerminkan kebuntuan lama dalam pembicaraan. Rusia tetap menuntut Ukraina menyerahkan wilayah Donbas di timur, sementara Kyiv menolak keras tuntutan tersebut dan menilai itu setara dengan menyerah pada agresi.

Perundingan damai masih terhenti

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina telah menggelar tiga putaran pembicaraan tingkat tinggi di Abu Dhabi dan Jenewa. Putaran keempat yang semestinya berlangsung bulan ini ditunda karena konflik Iran, sementara isu wilayah di Ukraina timur tetap menjadi hambatan utama.

Berikut gambaran singkat dinamika yang melingkupi pembicaraan tersebut:

  1. Pokok masalah utama: status wilayah di Ukraina timur, terutama Donbas.
  2. Posisi Rusia: menuntut kendali atas wilayah yang belum berhasil dikuasai sepenuhnya.
  3. Posisi Ukraina: menolak menyerahkan wilayah dan hanya menerima gencatan senjata di garis depan saat ini.
  4. Peran Amerika Serikat: bertindak sebagai mediator diplomatik dalam pembicaraan dengan Moskow dan Kyiv.
  5. Hambatan terbaru: penundaan putaran lanjutan karena konflik Iran dan belum adanya titik temu yang jelas.

Pihak Ukraina menilai kemampuan bertahan di garis depan masih kuat, terutama di sekitar “benteng” kota-kota industri di Donbas. Kyiv menilai laju maju pasukan Rusia sejak 2023 sangat lambat karena menghadapi pertahanan drone Ukraina yang rapat.

Serangan ke energi Rusia dan dampaknya

Di tengah negosiasi yang macet, Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Serangan drone ke instalasi energi, terutama di pelabuhan Laut Baltik, disebut telah menekan kapasitas ekspor minyak Rusia secara signifikan.

Menurut perhitungan Reuters berdasarkan data pasar, rangkaian serangan terbaru itu menghentikan setidaknya 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia. Dampak ini menjadi penting karena harga minyak global sedang tinggi, sementara sanksi terhadap Rusia juga mulai menghadapi tekanan politik dan ekonomi.

Zelenskiy pada Senin mengatakan sejumlah sekutu Ukraina telah mengirimkan “sinyal” soal kemungkinan mengurangi serangan jarak jauh ke sektor minyak Rusia. Kyiv menyatakan siap membalas secara seimbang jika Rusia menghentikan serangan ke sistem energi Ukraina.

Posisi Ukraina di meja diplomasi

Zelenskiy menyebut Rusia tidak hanya mengincar Donbas, tetapi juga mengancam wilayah Ukraina lain di luar kawasan itu. Ia menilai pernyataan Rusia kepada Amerika Serikat yang mengklaim mampu menguasai sisa Donbas dalam dua bulan sulit dipercaya.

Ia juga menegaskan bahwa Ukraina tetap ingin mencapai solusi diplomatik. Namun, Kyiv hanya akan menerima gencatan senjata “di posisi saat ini”, yang berarti tanpa penarikan paksa atau pengalihan wilayah kepada Rusia.

Sikap itu menunjukkan strategi Ukraina yang mencoba menjaga dua jalur sekaligus, yaitu tekanan militer terbatas terhadap infrastruktur Rusia dan diplomasi melalui mediator Barat. Di saat yang sama, Kyiv ingin memastikan setiap jeda pertempuran tidak dipakai Moskow untuk memperkuat posisi di medan perang.

Poin penting dari perkembangan terbaru

Isu Posisi/Perkembangan
Gencatan senjata Paskah Ukraina siap menyampaikan tawaran melalui mediator AS
Objek penghentian serangan Infrastruktur energi kedua negara
Respons Kremlin Menilai belum ada proposal rinci dan lebih memilih perdamaian menyeluruh
Pembicaraan lanjutan Zelenskiy akan berdialog daring dengan Witkoff, Kushner, dan Rutte
Isu paling sulit Tuntutan Rusia atas Donbas
Dampak serangan Ukraina Reuters menghitung kapasitas ekspor minyak Rusia turun setidaknya 40%

Di saat negosiasi terus berjalan tanpa terobosan, Kyiv berupaya memanfaatkan jalur diplomatik Amerika Serikat untuk memperjelas tawaran gencatan senjata energi kepada Moskow. Namun, penolakan Kremlin atas proposal yang belum dianggap rinci menunjukkan bahwa peluang tercapainya jeda perang tematik tetap bergantung pada perubahan sikap Rusia terhadap perang, wilayah, dan syarat perdamaian yang lebih luas.

Berita Terkait

Back to top button