Bucha Menyambut Para Diplomat UE, Luka 2022 Kembali Menjadi Ujian Akuntabilitas Rusia

Pejabat tinggi Uni Eropa mengunjungi Bucha untuk menandai empat tahun sejak pembantaian yang terjadi di kota itu, sekaligus menegaskan kembali tuntutan agar Rusia dimintai pertanggungjawaban atas kekejaman perang. Kunjungan ini menjadi sinyal politik penting di tengah meningkatnya ketegangan internal Uni Eropa soal dukungan bagi Ukraina dan melemahnya fokus global akibat konflik lain di Timur Tengah.

Kaja Kallas, kepala diplomasi Uni Eropa, hadir bersama sekitar selusin menteri luar negeri dan pejabat senior Eropa lainnya saat rombongan itu tiba di Bucha, kota kecil di pinggiran Kyiv yang menjadi simbol kejahatan perang sejak invasi Rusia dimulai. Dalam pernyataannya setelah kunjungan, Kallas menyebut Bucha sebagai pengingat paling keras tentang apa yang dipertaruhkan dalam perang ini, dan menegaskan bahwa tidak ada contoh yang lebih jelas dari kebrutalan Rusia selain peristiwa di sana.

Bucha sebagai simbol tuntutan akuntabilitas

Otoritas Ukraina menyebut pasukan Rusia menewaskan beberapa ratus orang di Bucha tidak lama setelah invasi dimulai pada masa itu. Temuan di kota tersebut memicu kecaman internasional luas karena memperlihatkan jenazah warga sipil di jalan, kuburan massal, dan tanda-tanda penyiksaan yang kemudian menjadi salah satu bukti paling dikenal dalam tuduhan pelanggaran berat oleh Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskiy juga menyoroti makna simbolik Bucha saat berbicara kepada para mitra internasional. Ia menekankan bahwa citra Bucha kerap dibandingkan dengan adegan mengerikan dari Perang Dunia Kedua, tetapi ada satu perbedaan besar yang menurutnya mencerminkan masalah moral dunia saat ini, yakni bahwa Nazisme dihukum atas kejahatannya, bukan justru memperoleh pelonggaran sanksi.

Dorongan Eropa di tengah tekanan politik

Kunjungan para pejabat Eropa itu berlangsung ketika Uni Eropa menghadapi perdebatan internal mengenai bantuan untuk Ukraina. Eropa kini menjadi penopang utama Kyiv dalam menghadapi tentara Rusia yang lebih besar dan lebih bersenjata, di sepanjang garis depan yang membentang lebih dari 1.200 kilometer.

Namun, dukungan itu tidak berjalan mulus. Paket pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro untuk Ukraina masih diblokir oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang berselisih soal transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba di Ukraina. Hungaria juga masih menahan kemajuan pembicaraan mengenai keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.

Poin-poin utama dari kunjungan EU di Bucha

  1. Kaja Kallas dan sekitar selusin menteri luar negeri Uni Eropa datang ke Bucha untuk menegaskan dukungan bagi Ukraina.
  2. Ukraina menyatakan pasukan Rusia menewaskan beberapa ratus orang di kota itu pada awal invasi.
  3. Uni Eropa menghadapi perpecahan internal soal bantuan, termasuk blokade terhadap pinjaman 90 miliar euro.
  4. Kyiv mendorong pembentukan Pengadilan Khusus untuk Kejahatan Agresi terhadap Ukraina.
  5. Rusia menyatakan tidak akan mengakui tribunal tersebut dan menganggap partisipasi negara lain sebagai tindakan bermusuhan.

Kallas juga menanggapi laporan percakapan telepon yang bocor dan diduga memperlihatkan pembicaraan antara menteri luar negeri Hungaria dan Rusia mengenai sanksi Uni Eropa. Ia mengatakan para menteri Eropa harus bekerja untuk kepentingan Eropa, bukan Rusia, seraya menegaskan bahwa Eropa harus menghadapi Rusia, bukan membiayainya.

Upaya hukum atas kejahatan perang

Pemerintah Ukraina memanfaatkan kunjungan ini untuk kembali mendorong pembentukan pertanggungjawaban hukum atas agresi Rusia. Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, delapan negara sudah menyatakan kesediaan bergabung dalam perjanjian parsial yang diperluas untuk mendukung Special Tribunal for the Crime of Aggression against Ukraine, yaitu pengadilan internasional ad hoc yang dirancang di Eropa.

Sybiha mengatakan harapannya jumlah itu akan bertambah. Ia menegaskan bahwa Bucha menunjukkan masa depan Eropa dan keamanan Eropa sedang ditentukan di Ukraina, karena garis depan perang juga menjadi garis depan hukum internasional dan nilai-nilai bersama yang dijunjung Barat.

Moskow telah menyatakan akan menolak mengakui pengadilan khusus tersebut, dan menyebut setiap negara yang ikut bergabung sebagai pihak yang melakukan tindakan bermusuhan. Di tengah situasi itu, Bucha tetap menjadi salah satu lokasi paling penting bagi diplomasi Eropa dan upaya Ukraina untuk menjaga perhatian dunia tetap tertuju pada perang, korban sipil, serta tuntutan agar kejahatan masa perang tidak dibiarkan tanpa proses hukum.

Exit mobile version