Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam gelombang serangan Israel di Lebanon dan menyebut laporan korban yang mencapai ratusan orang, termasuk warga sipil, sebagai hal yang “mengerikan” dan “memprihatinkan”. Kecaman itu muncul hanya beberapa jam setelah tercapainya gencatan senjata dengan Iran, di tengah situasi yang menurut PBB justru makin membebani prospek perdamaian yang rapuh.
Serangan tersebut menjadi yang paling berat sejak konflik Israel dengan حزب الله atau Hezbollah memanas pada bulan lalu. Otoritas pertahanan sipil Lebanon menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel di seluruh wilayah Lebanon pada hari itu naik menjadi 254 orang.
Kecaman keras dari PBB
Kepala HAM PBB Volker Turk menyebut skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon sangat mengerikan. Ia menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi dalam hitungan jam setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Iran “sulit dipercaya” dan memberi tekanan besar pada upaya meredakan perang.
Turk juga mengatakan tim HAM PBB di lokasi salah satu serangan di ibu kota melihat langsung pemandangan kehancuran. Tim itu menemukan beberapa jenazah di tengah puing-puing bangunan.
Israel klaim target Hezbollah
Israel menyatakan telah menargetkan lebih dari 100 pusat komando Hezbollah dalam serangan itu. Menurut militer Israel, sasaran mencakup lokasi militer di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.
Pernyataan itu datang saat Hezbollah yang bersekutu dengan Iran disebut menghentikan serangan ke Israel utara dan pasukan Israel di Lebanon selama gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Amerika Serikat dan Iran. Namun, serangan besar Israel justru membuat kekhawatiran atas kemungkinan eskalasi baru meningkat lagi.
Korban sipil dan kerusakan fasilitas kesehatan
Turk menyoroti laporan bahwa sebuah serangan malam hari menghantam bangunan di depan Hiram Hospital di Al-Aabbassiye, dekat Tyre. Serangan itu dilaporkan menewaskan empat orang dan merusak rumah sakit.
Ia juga menyebut serangan lain yang menghantam ambulans milik Islamic Health Authority di Qlaileh dan dilaporkan menewaskan tiga orang. Rangkaian insiden itu memicu sorotan tajam terhadap perlindungan warga sipil dan fasilitas medis di zona konflik.
Poin penting yang disampaikan PBB
- Warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional.
- Semua dugaan pelanggaran perlu diselidiki secara cepat dan independen.
- Pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban hukum.
- Serangan besar di Lebanon berisiko merusak gencatan senjata yang masih rapuh.
Dalam pernyataannya, Turk menekankan bahwa hukum humaniter internasional sudah sangat jelas tentang kewajiban melindungi warga sipil dan fasilitas sipil. Ia menyerukan penyelidikan menyeluruh atas seluruh dugaan pelanggaran agar tindakan yang melanggar aturan perang tidak dibiarkan tanpa konsekuensi.
Di lapangan, situasi Lebanon tetap berada dalam tekanan tinggi setelah serangan terbaru itu menimbulkan korban besar dan kerusakan luas. Lonjakan korban, kerusakan rumah sakit, serta serangan terhadap ambulans memperkuat kekhawatiran bahwa putaran kekerasan berikutnya masih sangat mungkin terjadi jika jalur diplomasi tidak segera dipulihkan.







