Perang Timur Tengah Memanas Lagi, Kabul-Islamabad Jadi Titik Balik?

Negosiasi tingkat tinggi yang melibatkan Iran, Pakistan, dan Amerika Serikat menjadi sorotan terbaru dalam eskalasi perang di Timur Tengah. Di saat yang sama, situasi di Lebanon terus memburuk, jalur laut strategis Selat Hormuz mulai dibersihkan dari ranjau, dan tekanan diplomatik dari berbagai pemimpin dunia makin menguat.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi hanya bergerak di medan perang, tetapi juga di meja perundingan yang dipenuhi kepentingan keamanan regional, energi global, dan upaya mencegah perang meluas. Sejumlah pihak kini berlomba mencari celah deeskalasi, meski saling curiga dan serangan beruntun masih membayangi proses itu.

Negosiasi di Islamabad masih berlangsung

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan pembicaraan tingkat tinggi secara langsung antara Iran dan Pakistan masih berlangsung di Islamabad pada akhir pekan. Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut perundingan trilateral itu melibatkan tuan rumah Pakistan, sementara media negara Iran sebelumnya melaporkan dua putaran sudah digelar dan putaran ketiga diperkirakan menyusul.

Pakistan mengambil posisi sebagai fasilitator di tengah situasi yang sangat rapuh. Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyerukan agar Washington dan Teheran “terlibat secara konstruktif” dan menegaskan keinginan Pakistan untuk membantu mencari solusi yang “langgeng dan tahan lama” bagi konflik tersebut.

Lebanon mencatat korban jiwa terus bertambah

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan jumlah korban tewas sejak perang antara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran kini mencapai 2.020 orang. Dari angka itu, tercatat 248 perempuan, 165 anak, dan 85 tenaga medis serta petugas darurat ikut menjadi korban, sementara 6.436 orang lainnya terluka sejak Lebanon terseret ke dalam perang kawasan pada 2 Maret.

Pada hari yang sama, Lebanon melaporkan serangan Israel di sebuah desa dekat Sidon di selatan yang menewaskan delapan orang. Sebelumnya, serangan lain menewaskan 10 orang, termasuk tiga pekerja darurat, sementara militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 200 target Hezbollah di Lebanon dalam 24 jam terakhir.

Selat Hormuz mulai dibersihkan

Komando Pusat Amerika Serikat mengatakan dua kapal perang Angkatan Laut AS telah melintasi Selat Hormuz sebagai awal operasi membersihkan jalur strategis itu dari ranjau yang dipasang Iran. Pengumuman ini menjadi transit pertama sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai, dan muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan Washington telah mulai “membersihkan” selat tersebut.

Selat Hormuz memiliki arti vital karena sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia melewati jalur itu. Setiap gangguan di wilayah ini berpotensi memicu gejolak harga energi, mengganggu pengiriman global, dan memperluas dampak perang ke luar kawasan.

Seruan damai dari Vatikan dan Eropa

Paus Leo mengecam para “penghasut perang” dan meminta miliaran umat di dunia kembali percaya pada perdamaian, “cinta, moderasi, dan politik yang baik”. Dalam salah satu seruan terkuatnya sejak konflik memuncak, Paus menegaskan bahwa iman dibutuhkan “untuk menghadapi jam yang dramatis ini dalam sejarah bersama-sama”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan seruan serupa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia mengatakan telah mendesak Teheran memanfaatkan pembicaraan di Islamabad untuk membuka jalan menuju “deeskalasi yang langgeng” dan kesepakatan yang kuat dengan jaminan keamanan yang solid bagi kawasan.

Sikap Israel masih keras

Dari sisi Israel, sinyal menuju gencatan senjata dengan Hezbollah masih jauh. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan kepada mitranya dari Lebanon di Washington bahwa pihaknya menolak membahas gencatan senjata dengan Hezbollah, yang disebutnya sebagai organisasi teroris.

Namun, Israel dikabarkan setuju memulai perundingan damai formal dengan pemerintah Lebanon, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Sementara itu, kepresidenan Lebanon menyebut akan ada pertemuan di Departemen Luar Negeri AS pada Selasa untuk membahas deklarasi gencatan senjata dan tanggal dimulainya negosiasi antara Lebanon dan Israel di bawah naungan Amerika Serikat.

Poin penting dari perkembangan terbaru

  1. Pembicaraan Iran, Pakistan, dan AS disebut masih berlangsung di Islamabad.
  2. Korban tewas di Lebanon telah mencapai 2.020 orang sejak perang meluas ke wilayah itu.
  3. Dua kapal perang AS mulai operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
  4. Paus Leo dan Presiden Macron sama-sama mendorong deeskalasi.
  5. Israel masih menolak membahas gencatan senjata dengan Hezbollah, tetapi membuka jalur negosiasi formal dengan Lebanon.

Di tengah diplomasi yang bergerak cepat, situasi di lapangan tetap sangat berbahaya karena serangan terus terjadi dan kecurigaan antar pihak belum surut. Arah perang di Timur Tengah kini banyak ditentukan oleh apakah perundingan di Islamabad, tekanan internasional, dan pembicaraan di Washington mampu menahan eskalasi sebelum konflik makin meluas.

Exit mobile version