Gedung Putih menyebut 16 kepala eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat akan ikut Presiden Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei 2026. Di antara nama yang disebut adalah Elon Musk dari Tesla dan Tim Cook dari Apple, dua figur bisnis paling berpengaruh di AS.
Kehadiran para bos perusahaan raksasa ini menandai bahwa agenda Trump ke China tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga sangat terkait dengan kepentingan dagang dan investasi. Menurut laporan New York Times yang dikutip dalam sumber, pembahasan diperkirakan mencakup pembentukan dewan investasi dan dewan perdagangan dengan Tiongkok.
Deretan bos besar yang ikut rombongan
Seorang pejabat Gedung Putih kepada Reuters mengatakan rombongan itu juga mencakup Larry Culp dari GE Aerospace dan Kelly Ortberg dari Boeing. Nama lain yang disebut adalah Dina Powell McCormick dari Meta, Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Sanjay Mehrotra dari Micron, Michael Miebach dari Mastercard, Cristiano Amon dari Qualcomm, dan Ryan McInerney dari Visa.
CEO Cisco Chuck Robbins juga diundang untuk bergabung, tetapi tidak bisa hadir karena perusahaan akan merilis pendapatan pada pekan ini. Daftar tersebut menunjukkan bahwa Washington membawa representasi kuat dari sektor teknologi, keuangan, manufaktur, hingga penerbangan.
Sinyal kuat dari sisi bisnis
Kehadiran para eksekutif itu memberi sinyal bahwa kunjungan ini bisa membuka ruang bagi kesepakatan bisnis baru. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa China diperkirakan akan mengumumkan pembelian terkait pesawat Boeing, pertanian, dan energi Amerika.
Dalam pertemuan puncak antara China dan Amerika Serikat, pengumuman pembelian besar memang kerap muncul sebagai bagian dari hasil pembicaraan. Karena itu, kehadiran para CEO besar dipandang dapat memperkuat dorongan terhadap transaksi lintas sektor yang menguntungkan kedua negara.
Fokus pada perdagangan dan investasi
Pertemuan antara Trump dan Presiden Xi Jinping juga diperkirakan membahas pembentukan forum yang bisa memfasilitasi perdagangan dan investasi bersama. Di sisi lain, kedua negara masih harus menavigasi perpanjangan gencatan senjata dalam perang dagang yang memungkinkan mineral langka mengalir dari China ke AS.
Belum ada kepastian apakah kesepakatan itu akan diperpanjang pada pekan ini. Namun, isu tersebut tetap menjadi salah satu titik sensitif dalam hubungan ekonomi dua negara yang sering diwarnai persaingan, negosiasi, dan saling tekanan.
Kunjungan pertama setelah pertemuan di Busan
Kementerian Luar Negeri China menyampaikan bahwa Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China atas undangan Xi Jinping. Pertemuan itu disebut sebagai yang pertama bagi keduanya setelah pertemuan pada 30 Oktober 2025 di Busan, di sela-sela KTT APEC.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan kunjungan ini menjadi momen penting karena merupakan lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir sembilan tahun. Ia juga menyebut Xi akan bertukar pandangan secara mendalam dengan Trump mengenai isu-isu besar yang berkaitan dengan hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia.
Guo menambahkan bahwa diplomasi kepala negara punya peran yang tak tergantikan dalam memberi arahan strategis bagi hubungan kedua negara. Trump terakhir kali berkunjung ke China pada 2017, sementara Xi dan Trump disebut sudah beberapa kali berbicara lewat telepon sebelum pertemuan pekan ini.
Source: www.viva.co.id






