Delcy Rodriguez Menolak Tegas, Venezuela Tak Akan Pernah Jadi Negara Bagian AS

Author: Qoo Media

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membuka wacana menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS langsung memicu respons keras dari Caracas. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan hal itu tidak mungkin terjadi dan tidak akan pernah terwujud.

Rodriguez menyampaikan sikap tersebut usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda, Senin, 11 Mei. Ia menekankan bahwa Venezuela akan terus menjaga integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan negara di tengah memanasnya hubungan geopolitik dengan Washington.

Penolakan tegas dari Caracas

Dalam pernyataannya, Rodriguez menyebut rakyat Venezuela memiliki ikatan kuat dengan sejarah kemerdekaan mereka. Ia mengatakan, “Hal itu sama sekali tidak mungkin dan tidak akan terjadi. Rakyat Venezuela memiliki kecintaan yang mendalam terhadap proses kemerdekaan kami.”

Pernyataan itu memperlihatkan posisi politik Venezuela yang menolak keras gagasan integrasi ke dalam wilayah AS. Di sisi lain, ucapan tersebut juga menjadi sinyal bahwa pemerintah Venezuela ingin menutup ruang spekulasi yang bisa berkembang lebih jauh di tengah meningkatnya tensi bilateral.

Diplomasi tetap dibuka

Meski menolak gagasan menjadi negara bagian AS, Rodriguez tetap menegaskan bahwa jalur diplomasi masih menjadi pilihan utama Caracas. Ia mengatakan pemerintah Venezuela tetap menjalankan agenda kerja sama diplomatik dengan Washington.

“Presiden Trump tahu kami sedang menjalankan agenda kerja sama diplomatik, dan itulah jalur yang sedang kami tempuh,” kata Rodriguez. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Venezuela tidak menutup komunikasi, meski posisi kedaulatan tetap dipertahankan dengan tegas.

Hubungan yang dipengaruhi isu minyak dan wilayah

Relasi Venezuela dan AS saat ini menjadi perhatian karena kedua negara mulai membuka ruang komunikasi diplomatik. Namun, dinamika itu tidak berdiri sendiri karena masih dibayangi persoalan lain yang sensitif.

Pengelolaan sumber daya minyak Venezuela dan sengketa wilayah Essequibo dengan Guyana ikut memperkeruh situasi geopolitik di kawasan. Dua isu tersebut membuat setiap pernyataan politik dari Caracas maupun Washington mendapat sorotan lebih besar dari publik internasional.

Sikap politik yang ingin dijaga

Bagi Venezuela, isu menjadi negara bagian AS menyentuh aspek paling dasar dari identitas negara. Karena itu, penolakan Rodriguez tidak hanya berisi bantahan terhadap sebuah wacana, tetapi juga penegasan atas posisi politik Venezuela dalam menjaga kedaulatan.

Di tengah situasi yang masih cair, Caracas tampak ingin mempertahankan dua hal sekaligus, yakni komunikasi diplomatik dan batas yang tidak bisa dinegosiasikan. Penegasan itu menjadi penting karena hubungan kedua negara masih berada dalam fase sensitif, sementara perhatian internasional juga tertuju pada persoalan minyak dan sengketa Essequibo.

Source: www.medcom.id
Terbaru