
Ukraina mengeklaim telah menyerang fasilitas pompa dan distribusi minyak di wilayah Vladimir, Rusia, dengan drone. Serangan itu disebut memicu kebakaran di area infrastruktur energi strategis yang memasok kebutuhan bahan bakar ke wilayah Moskow.
Menurut pernyataan Dinas Keamanan Ukraina atau SBU, fasilitas yang menjadi sasaran merupakan simpul penting distribusi produk minyak menuju depot utama di sekitar Moskow. SBU juga menyebut jalur pasokan itu termasuk untuk tiga bandara besar, yaitu Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo.
Target energi yang vital
SBU menyampaikan bahwa serangan tersebut mengenai fasilitas yang punya peran langsung dalam rantai pasok bahan bakar Rusia. Dalam pernyataannya di media sosial, lembaga itu menegaskan, “Fasilitas ini memasok bahan bakar ke depot minyak utama di sekitar Moskow dan ke bandara Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo.”
SBU juga mengklaim kebakaran melanda area sekitar 800 meter persegi setelah serangan drone. Klaim itu memperlihatkan bahwa infrastruktur energi tetap menjadi salah satu sasaran utama dalam perang yang berlangsung antara kedua negara.
Versi berbeda dari pihak Rusia
Di sisi lain, otoritas Rusia memberikan keterangan yang tidak sama dengan klaim Ukraina. Gubernur wilayah Vladimir, Alexander Avdeyev, mengatakan kebakaran di dekat kota Kameshkovo sudah berhasil dipadamkan.
Ia menyebut lokasi tersebut sebagai area infrastruktur, tanpa mengonfirmasi secara spesifik bahwa titik itu terkait langsung dengan industri minyak. Media Rusia, Interfax, juga mengutip keterangan itu tanpa menyebut adanya keterkaitan langsung dengan sektor energi.
Serangan balasan yang meluas
Serangan di wilayah Vladimir terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas antara Ukraina dan Rusia. Pada hari yang sama, Rusia dilaporkan menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik dalam serangan besar-besaran ke Kyiv.
Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan itu melibatkan sekitar 600 drone serang dan 90 rudal yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat. Dari jumlah tersebut, 549 drone dan 55 rudal disebut berhasil ditembak jatuh atau di-jamming oleh sistem pertahanan udara Ukraina, sementara sekitar 19 rudal lainnya dilaporkan gagal mencapai target.
Serangan ke Kyiv itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai lebih dari 80 orang. Rangkaian serangan timbal balik ini menunjukkan bahwa fasilitas energi dan infrastruktur strategis tetap berada di garis depan konflik, dengan dampak yang terus meluas ke wilayah sipil dan pusat-pusat logistik penting.









