
Kepolisian Hokkaido menangkap seorang pria Warga Negara Indonesia yang diduga menikam seorang WNI perempuan hingga tewas di Chitose, Hokkaido, Jepang. Peristiwa ini kini masih dalam penyelidikan aparat setempat, sementara identitas korban dan terduga pelaku telah disampaikan ke publik.
Insiden tersebut terjadi saat layanan darurat Hokkaido menerima laporan dari seorang pejalan kaki tentang seorang pria yang membawa pisau dapur di trotoar area Chitose. Laporan itu masuk pada Kamis malam sekitar pukul 21.10 waktu setempat, sebelum polisi tiba di lokasi dan menemukan korban dalam kondisi terluka parah.
Korban ditemukan dengan sejumlah luka tusuk
Saat petugas dari Kepolisian Chitose dan Kepolisian Hokkaido mendatangi lokasi, mereka menemukan seorang wanita dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya. Luka di bagian perut juga disebut menjadi salah satu cedera yang dialami korban.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
Polisi mengidentifikasi korban sebagai Sri Rahayu, WNI berusia 21 tahun. Ia diketahui tinggal di distrik Fuji 3-chome, Chitose, berdasarkan keterangan yang disampaikan aparat.
Terduga pelaku diamankan di lokasi
Di tempat kejadian, polisi langsung menangkap seorang pria WNI bernama Mahmudi Agung Laksana Aji, 27 tahun. Pria itu disebut bekerja sebagai karyawan paruh waktu dan tinggal di Prefektur Chiba.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Sri Rahayu. Sejumlah media Jepang, termasuk The Japan News dan The Asahi Shimbun, melaporkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan latar belakang dan detail kejadian.
Sorotan pada keamanan sesama WNI di luar negeri
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan dua WNI di wilayah publik di Jepang. Peristiwa tersebut juga menambah sorotan pada pentingnya pengawasan keamanan, terutama bagi warga negara Indonesia yang tinggal atau bekerja di luar negeri.
Pihak berwenang belum mengungkap lebih jauh motif maupun kronologi lengkap sebelum penikaman terjadi. Polisi masih menelusuri keterangan saksi, termasuk laporan awal dari pejalan kaki yang melihat adanya pria membawa pisau dapur di jalanan Chitose.









