
Iran resmi menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran tanpa batas waktu di tengah ketegangan yang kembali memanas dengan Amerika Serikat. Otoritas Selat Teluk Persia Iran meminta kapal-kapal yang sudah mendapat izin transit untuk menunggu pemberitahuan berikutnya terkait operasional jalur strategis tersebut.
Keputusan ini disampaikan lewat pernyataan di platform X pada Kamis, 11 Juni, dan dikaitkan dengan eskalasi yang disebut dipicu oleh tindakan militer AS serta pengumuman terbaru dari angkatan bersenjata Iran. Dalam pernyataan itu, Otoritas Selat Teluk Persia Iran atau PGSA menegaskan, “Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya” karena ketegangan yang dinilai dipicu oleh “pasukan agresif AS”.
Dampak ke jalur pelayaran strategis
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling penting bagi arus pelayaran di kawasan Teluk. Saat aksesnya ditutup, kapal-kapal yang melintas harus menyesuaikan rute dan menunggu kepastian lebih lanjut dari otoritas Iran.
Permintaan agar kapal yang telah memiliki izin transit tetap bersabar menunjukkan penutupan ini tidak bersifat sementara dalam hitungan jam. Otoritas Iran belum memberikan batas waktu pembukaan kembali, sehingga situasi di jalur tersebut masih bergantung pada perkembangan keamanan dan keputusan lanjutan dari pihak berwenang.
Pernyataan yang muncul setelah ancaman AS
Pengumuman dari Iran datang sehari setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mengulur-ulur perundingan. Trump juga menyatakan niat untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran, yang menambah tekanan dalam hubungan kedua negara.
Pada hari yang sama, Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM menyatakan telah melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS, sehingga konflik bergerak lebih jauh dari sekadar ketegangan diplomatik.
Rangkaian konflik yang belum mereda
Ketegangan terbaru ini menjadi kelanjutan dari konflik yang pecah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil, lalu dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Kedua pihak sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan terobosan untuk menyelesaikan konflik. Kondisi itu membuat penutupan Selat Hormuz menjadi sinyal terbaru bahwa eskalasi masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda mereda.
Source: www.viva.co.id








