
Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diposisikan bukan hanya sebagai ajang sepak bola terbesar, tetapi juga sebagai panggung utama penerapan teknologi modern. Di saat kecerdasan buatan, computer vision, dan data biometrik makin menempel pada pertandingan, momentum itu kini dibuka menjadi ruang publikasi bagi peneliti Indonesia.
International Journal of Software Engineering and Computer Science (IJSECS) resmi membuka edisi khusus yang menyoroti peran teknologi komputasi dalam Piala Dunia 2026. Yang paling menonjol, jurnal terakreditasi SINTA 3 yang diterbitkan Lembaga KITA itu membebaskan seluruh biaya publikasi lewat skema full Article Processing Charge (APC) Waiver.
Langkah ini memberi peluang konkret bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana di Indonesia untuk masuk ke diskusi ilmiah yang terkait langsung dengan transformasi digital di olahraga modern. Bagi kampus dan peneliti dengan dana riset terbatas, penghapusan biaya publikasi menjadi faktor penting yang bisa membuka akses lebih luas.
Edisi khusus itu akan terbit sebagai Volume 6, Nomor 2 pada Agustus 2026. Tema yang diangkat adalah “The Role of Computing Technology in the FIFA World Cup 2026™: Data, Intelligence, and Digital Innovation in Modern Football”.
Piala Dunia dan ledakan teknologi olahraga
Turnamen ini dinilai mencerminkan perubahan besar dalam cara sepak bola dikelola, dipantau, dan dianalisis. Teknologi kini tidak lagi berdiri sebagai pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung pertandingan modern.
Beberapa inovasi yang disorot mencakup analisis pergerakan pemain berbasis AI secara real-time. Selain itu, sistem computer vision pada Video Assistant Referee (VAR) serta pengelolaan data biometrik atlet juga menjadi bagian penting dari ekosistem pertandingan.
Dengan konteks tersebut, panggilan publikasi dari IJSECS tidak dibatasi pada isu sepak bola dalam arti sempit. Fokusnya justru melebar ke berbagai cabang ilmu komputer dan teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan turnamen besar berbasis data.
Perwakilan IJSECS menyebut kesempatan ini sebagai peluang yang jarang tersedia. Menurut keterangan resmi jurnal itu, pintu dibuka lebar tanpa hambatan biaya bagi pihak yang memiliki riset relevan untuk dibagikan ke komunitas ilmiah.
Topik yang bisa diajukan peneliti
Cakupan riset yang diterima dalam edisi khusus ini tergolong luas. Peneliti dapat masuk dari sisi analitik data, kecerdasan buatan, sistem visual, perangkat wearable, keamanan siber, hingga pengalaman penonton berbasis teknologi.
Pada ranah Data Analytics dan AI, topik yang disebut antara lain analitik performa pemain, prediksi hasil pertandingan, sistem pelatih berbasis AI, dan pemodelan strategi berbasis komputasi. Bidang ini menempatkan data sebagai dasar utama pengambilan keputusan di lapangan maupun di luar lapangan.
Untuk computer vision, ruang kajiannya meliputi deteksi offside otomatis, pelacakan bola, pengenalan gerakan, dan optimalisasi sistem VAR. Topik-topik ini sangat dekat dengan kebutuhan akurasi dan kecepatan keputusan dalam pertandingan level tertinggi.
Di bidang Internet of Things dan teknologi wearable, peneliti dapat mengangkat pemantauan kondisi fisik atlet dan pengumpulan data biometrik secara real-time. Area ini relevan untuk mendukung kebugaran, pemulihan, dan evaluasi performa pemain.
Sementara itu, keamanan siber dan big data juga menjadi fokus yang penting. Cakupannya meliputi perlindungan infrastruktur digital turnamen, sistem tiket elektronik, keamanan platform siaran, dan manajemen fan engagement dalam skala besar.
IJSECS juga membuka ruang untuk riset infrastruktur jaringan dan human-computer interaction. Contoh yang disebut meliputi sistem komunikasi berkinerja tinggi untuk konektivitas stadion, aplikasi Augmented Reality, dan teknologi yang meningkatkan pengalaman penonton.
Peluang strategis bagi akademisi Indonesia
Bagi mahasiswa magister dan doktor di bidang ilmu komputer, edisi khusus ini bisa menjadi jalur publikasi yang strategis. Terutama bagi mereka yang sedang merampungkan tesis atau disertasi dan membutuhkan kanal publikasi yang relevan serta bebas beban finansial.
Peluang ini juga terbuka untuk akademisi dari program studi Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan bidang terkait di seluruh Indonesia. Dengan tema yang luas, riset yang terhubung dengan transformasi digital olahraga memiliki ruang untuk dipertemukan dengan audiens ilmiah yang lebih besar.
Dari sisi ketentuan, seluruh naskah harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Artikel juga wajib ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang 6 hingga 15 halaman, termasuk referensi.
Pengelola jurnal menegaskan bahwa edisi ini tidak menyediakan jalur cepat atau fast-track. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keadilan akademis dalam proses seleksi naskah.
Jadwal pengiriman dan terbit
Linimasa yang ditetapkan mencakup penerimaan naskah pada Mei hingga Juli 2026. Setelah itu, publikasi awal atau online first dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Publikasi edisi resmi akan dilakukan pada Agustus 2026. Panduan penulisan, templat naskah, dan proses pengiriman artikel dapat diakses melalui situs resmi IJSECS.
Momentum ini menempatkan Piala Dunia 2026 bukan hanya sebagai arena kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai pemicu produksi pengetahuan baru. Bagi peneliti Indonesia, kebijakan publikasi gratis dari IJSECS membuka jalan untuk merekam kontribusi ilmiah nasional dalam transformasi digital olahraga di panggung internasional.









