IRGC Iran Siap Turun Ke Medan Tempur, Ancaman Balasan Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Author: Qoo Media

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan siap turun ke medan tempur jika Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka kembali melancarkan agresi terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan Teheran dengan Washington dan Tel Aviv setelah munculnya dokumen penghentian konflik militer antara Iran dan AS.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA, IRGC menegaskan bahwa pasukannya siap menghadapi “musuh yang licik” bila kembali memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak rakyat Iran. IRGC juga menyebut seluruh unsur kekuatannya, mulai dari darat, laut, udara, hingga ranah peperangan hibrida, sudah bersiaga dan berpengalaman menghadapi berbagai bentuk pertempuran.

Ancaman balasan yang disampaikan IRGC

IRGC menekankan bahwa respons mereka tidak akan terbatas pada satu medan saja. Dalam pernyataan tersebut, pasukan elite Iran itu menyebut siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang disebut “berani dan bijaksana”.

Nada pernyataan itu juga memuat ancaman balasan yang lebih keras. IRGC mengatakan pihaknya siap menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya jika serangan kembali terjadi.

Latar ketegangan Iran dan AS

Pernyataan IRGC muncul setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani dokumen secara jarak jauh pada malam menjelang 18 Juni. Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang disebut telah berlangsung sejak 28 Februari.

Kesepakatan tersebut juga memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir terkait isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat. Di saat yang sama, dokumen itu memuat jadwal bagi AS untuk mencabut blokade lautnya, sementara Iran diminta memulihkan pelayaran di kawasan perairan Selat Hormuz.

Posisi sensitif Selat Hormuz

Kawasan Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik penting dalam pembahasan. Jalur perairan ini memiliki arti strategis bagi pelayaran dan arus energi, sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut kerap memicu perhatian internasional.

Karena itu, komitmen untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz menjadi bagian yang menonjol dalam dokumen pengakhiran konflik. IRGC, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama pertahanan Iran, tampak ingin menunjukkan bahwa setiap pelanggaran baru akan dibalas dengan kesiapan militer penuh.

Sinyal keras dari Teheran

Pernyataan IRGC memperlihatkan bahwa Teheran masih memandang ancaman militer sebagai kemungkinan yang nyata. Pada saat yang sama, Iran juga menegaskan kesiapan aparat bersenjatanya untuk merespons cepat bila ada tekanan baru dari AS, Israel, atau sekutu mereka.

Di tengah proses perundingan yang masih bergantung pada kesepakatan lanjutan soal nuklir dan sanksi, pernyataan semacam ini memperlihatkan bahwa situasi belum benar-benar stabil. IRGC pun menempatkan kesiagaan tempur sebagai pesan utama bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika agresi kembali terjadi.

Source: www.viva.co.id
Terbaru