AS-Iran Buka Jalur Rahasia, Selat Hormuz Dijaga dan Libanon Didorong Hening

Iran dan Amerika Serikat sepakat membuka jalur komunikasi khusus untuk menjaga Selat Hormuz tetap aman sekaligus meredakan perang di Libanon. Kesepakatan itu lahir setelah putaran pertama perundingan damai di Swiss dinilai menghasilkan kemajuan awal yang cukup berarti.

Langkah ini muncul di tengah upaya mencegah salah perhitungan di salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. Di saat yang sama, kedua pihak juga mendorong pembentukan mekanisme untuk menahan eskalasi konflik yang menyeret Libanon ke dalam ketegangan kawasan.

Jalur komunikasi untuk cegah insiden di Selat Hormuz

Mediator dari Pakistan dan Qatar menyebut pembicaraan berjalan dalam suasana positif dan konstruktif. Mereka juga mengatakan ada kemajuan yang mendorong terbentuknya mekanisme pembicaraan teknis lanjutan.

Jalur kontak khusus itu disiapkan agar insiden dan salah komunikasi di Selat Hormuz bisa dihindari. Selat ini memegang peran penting bagi arus perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan dapat berdampak luas.

Selain itu, dibentuk pula sebuah “sel de-konflik” bersama otoritas Libanon. Mekanisme ini dimaksudkan untuk mencegah pertempuran pecah kembali dan menjaga agar situasi tidak kembali memburuk.

Negosiasi sempat memanas di awal pertemuan

Putaran pertama dialog tidak berjalan mulus sejak awal. Delegasi Iran sempat walk out setelah muncul ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Iran akan diserang jika tidak menghentikan kelompok proksinya di Libanon.

Ketua negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menanggapi ancaman itu dengan nada keras. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap merespons dan meminta pihak lawan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.

Meski ketegangan sempat meningkat, Wakil Presiden AS JD Vance tetap memandang pertemuan di Swiss sebagai langkah bersejarah. Ia menyebut ada peluang untuk membuka lembaran baru dalam hubungan di Timur Tengah, meski masih ada risiko kembali ke pola lama.

Peran Pakistan dan Qatar dinilai penting

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan melalui media sosial X bahwa mediasi Pakistan dan Qatar telah membawa kemajuan besar. Ia menyebut ekspor minyak bumi dibebaskan, blokade dicabut, aset yang dibekukan mulai dirilis, dan rencana rekonstruksi besar-besaran untuk Iran akan segera diluncurkan.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka meski suasana politik tetap tegang. Pembicaraan teknis lanjutan juga dijadwalkan terus berlangsung sepanjang pekan ini di Burgenstock, Swiss.

Latar ketegangan di Libanon

Konflik ini berkembang saat ketegangan di Timur Tengah meningkat dan Libanon terseret dalam baku tembak antara Israel dan Hizbullah. Kementerian Kesehatan Libanon mencatat jumlah korban tewas akibat pertempuran telah melampaui 4.100 jiwa.

Dengan adanya jalur komunikasi baru, fokus utama kini bergeser ke pencegahan insiden di Selat Hormuz dan penahanan eskalasi di Libanon. Kedua isu itu menjadi ujian awal bagi efektivitas perundingan yang kini memasuki tahap teknis berikutnya di Swiss.

Source: mediaindonesia.com

Terkait