NASA Ungkap Luka Gempa Venezuela Lebih Dalam, Puluhan Ribu Bangunan Diperkirakan Hancur

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengungkapkan bahwa skala kerusakan akibat gempa besar yang mengguncang Venezuela jauh lebih parah dari laporan awal pemerintah. Berdasarkan analisis data radar satelit, lembaga itu memperkirakan hampir 59 ribu bangunan mengalami kerusakan berat hingga hancur di wilayah terdampak.

Temuan tersebut memberi gambaran bahwa dampak gempa pada 24 Juni meluas jauh lebih besar dari yang terlihat dalam data resmi. NASA menilai ada sekitar 58.870 bangunan yang kemungkinan rusak atau hancur setelah getaran kuat mengguncang sejumlah wilayah di Venezuela.

Analisis dari luar angkasa

Perkiraan itu disusun dari pengamatan radar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa atau ESA. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mencari perubahan permukaan bumi yang biasanya muncul setelah gempa besar dan dapat menjadi penanda adanya kerusakan bangunan.

Laporan itu dibuat oleh peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University. Mereka menyebut hasil tersebut sebagai penilaian awal yang cepat, berdasarkan jejak perubahan permukaan yang konsisten dengan indikasi kerusakan.

Karena berbasis pengamatan dari luar angkasa, temuan itu belum diverifikasi lewat pemeriksaan langsung di lapangan. Dengan demikian, hasilnya masih berfungsi sebagai indikator awal untuk memahami seberapa luas dampak bencana.

Perbedaan besar dengan data resmi

Angka dari NASA sangat jauh di atas laporan pemerintah Venezuela. Dalam laporan terbaru yang disampaikan Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez, tercatat hanya 855 bangunan yang rusak, termasuk 189 bangunan yang roboh.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penilaian berbasis satelit dapat memperlihatkan dampak bencana yang belum sepenuhnya tertangkap oleh laporan awal di lapangan. Pada situasi darurat seperti gempa, akses menuju sejumlah wilayah terdampak sering kali terbatas sehingga pembaruan data bisa berjalan lambat.

Rodriguez juga menyampaikan bahwa jumlah korban terus bertambah dalam gempa kembar tersebut. Hingga laporan terakhir, sedikitnya 1.719 orang meninggal dunia dan 5.034 lainnya mengalami luka-luka.

Dampak yang masih terus dipantau

Temuan NASA menambah perhatian terhadap besarnya kerusakan yang dialami Venezuela setelah gempa. Analisis satelit seperti ini kerap menjadi alat penting untuk mempercepat gambaran awal kondisi wilayah terdampak ketika pemeriksaan langsung belum dapat dilakukan sepenuhnya.

Dalam kasus Venezuela, hasil pengamatan dari orbit memperlihatkan perubahan permukaan yang luas dan mengarah pada kemungkinan kerusakan bangunan dalam jumlah besar. Data itu juga mempertegas bahwa penilaian awal bencana bisa berubah signifikan ketika analisis tambahan mulai dilakukan.

Source: www.medcom.id

Terkait