GIMP 30 Tahun Lalu Kini Bisa Diunduh Lagi, Versi yang Dipakai untuk Menciptakan Tux

Pengguna Linux kini bisa mengunduh ulang GIMP 0.54, versi lawas yang dipakai untuk membuat Tux, maskot penguin yang selama ini identik dengan Linux. Aplikasi berusia sekitar 30 tahun itu kembali tersedia dalam format Flatpak, sehingga dapat dijalankan lebih mudah di komputer modern.

Kabar ini menarik karena Tux baru saja merayakan ulang tahun ke-30 pada bulan lalu. Di saat banyak pengguna hanya mengenal Tux sebagai simbol Linux, versi GIMP yang dipakai untuk menggambar karakter itu justru baru sekarang bisa dicoba kembali dengan cara yang praktis.

GIMP lawas hadir lagi dalam paket modern

Menurut Linuxiac, pengembang GNOME bernama balooii merilis GIMP 0.54 dalam bentuk Flatpak. Format ini membundel dependensi yang dibutuhkan, sehingga pengguna tidak perlu repot menyesuaikan pustaka lama agar aplikasi bisa berjalan di sistem masa kini.

Kehadiran Flatpak membuat perangkat lunak dari era 1990-an ini lebih mudah diakses daripada jika dipasang secara manual. Bagi pengguna Linux, ini membuka kesempatan untuk melihat langsung seperti apa editor gambar yang dipakai pada masa awal perkembangan desktop open-source.

GIMP 0.54 bukan sekadar rilis nostalgia. Versi ini memiliki nilai sejarah karena catatan perancang Tux menyebut bahwa seluruh gambar penguin tersebut dibuat sepenuhnya dengan The GIMP versi 0.54.

Dalam catatan itu dijelaskan bahwa sebagian besar proses menggambar dilakukan di mesin 486 DX2/50 yang menjalankan Linux. Perancangnya juga menyebut hanya menggunakan mouse dan banyak kesabaran selama proses pembuatan.

Penyempurnaan akhir kemudian dilakukan di SGI Crimson, juga dengan GIMP, karena komputer rumahan yang dipakai hanya memiliki layar 8-bit. Detail ini memberi gambaran tentang keterbatasan teknis pada masa itu, sekaligus menunjukkan bagaimana Tux lahir dari alat yang sangat sederhana dibanding standar sekarang.

Tux dan jejak awal Linux

Tux selama ini dikenal sebagai wajah Linux yang paling mudah dikenali. Posisi itu nyaris tidak terbantahkan karena karakter penguin tersebut sudah lama melekat pada budaya Linux, baik di komunitas, distribusi, hingga berbagai materi promosi dan dokumentasi.

Meski begitu, tidak semua pengguna mengetahui asal-usul pembuatannya. Kembalinya GIMP 0.54 membuat kisah kelahiran Tux terasa lebih dekat, karena pengguna bukan hanya membaca sejarahnya, tetapi juga bisa menjalankan perangkat lunak yang sama.

Pada masanya, aplikasi itu masih dikenal dengan nama “The GIMP”. Nama tersebut menjadi penanda bahwa ini benar-benar berasal dari fase awal pengembangan perangkat lunak pengolah gambar yang kemudian tumbuh menjadi salah satu editor gambar paling dikenal di ekosistem Linux.

Bagi sebagian pengguna, pengalaman ini mungkin lebih mirip ziarah digital ke masa awal open-source desktop. Bagi yang lain, ini adalah cara unik untuk memahami bagaimana ikon Linux dibentuk dengan alat yang jauh lebih terbatas daripada perangkat kreatif modern.

Cara mengunduh dan mencobanya

GIMP 0.54 tersedia melalui halaman GitLab yang disiapkan untuk rilis tersebut. Pengguna juga bisa memasangnya lewat terminal dengan perintah flatpak install --user gimp-0.54.1-8.flatpak.

Karena paket ini dibungkus sebagai Flatpak, proses instalasi dibuat lebih sederhana untuk sistem modern. Pendekatan itu penting karena aplikasi setua ini biasanya sulit dijalankan tanpa penyesuaian manual terhadap dependensi lama.

Bagi pengguna yang penasaran dengan antarmuka dan alur kerja editor gambar Linux pada era 1990-an, versi ini menawarkan pengalaman langsung. Pengguna juga bisa mencoba membuat gambar dengan pendekatan yang sama seperti saat Tux pertama kali dibuat.

Nilai utamanya bukan pada fitur mutakhir, melainkan pada konteks sejarah yang dibawanya. GIMP 0.54 menjadi pengingat bahwa salah satu ikon terbesar dunia Linux lahir dari perangkat sederhana, kerja manual, dan ekosistem open-source yang masih sangat muda.

Dengan Tux yang baru melewati usia 30 tahun, kemunculan ulang GIMP 0.54 memberi lapisan baru pada perayaan tersebut. Kini, siapa pun dapat mengunduh perangkat lunak yang dipakai untuk membuat penguin legendaris itu dan melihat sendiri jejak awal sejarah visual Linux.

Source: www.xda-developers.com

Terkait