Serangan militer Amerika Serikat ke Iran pada 8-9 Juli 2026 memicu kecaman keras dari Teheran. Pemerintah Iran menilai operasi itu bukan hanya serangan bersenjata, tetapi juga pelanggaran hukum internasional karena menyasar infrastruktur sipil dan menimbulkan korban jiwa.
Dampaknya menyebar ke sejumlah wilayah penting di Iran, termasuk jalur logistik yang mengarah ke Kota Mashhad. Kementerian Kesehatan Iran menyebut sedikitnya lima provinsi terdampak, sementara kerusakan pada fasilitas transportasi ikut memperburuk situasi di lapangan.
Serangan Menyasar Infrastruktur Sipil
Sejumlah titik di provinsi pesisir selatan menjadi target dalam serangan tersebut. Selain itu, dua jembatan penting di provinsi timur Iran juga dilaporkan rusak karena merupakan jalur kereta api utama menuju Mashhad.
Kerusakan pada dua jembatan itu menjadi perhatian khusus karena fungsinya berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat. Jalur tersebut juga penting untuk distribusi logistik dan kebutuhan pokok di kawasan timur Iran.
Teheran Melontarkan Kritik Tajam
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras langkah Washington melalui pernyataan resmi. Dalam sikap yang sangat keras, Teheran menyebut pemerintahan Amerika Serikat sebagai entitas yang “jahat dan psikopat”.
Iran menegaskan serangan itu terang-terangan melanggar hukum internasional. Pemerintah di Teheran juga menempatkan serangan tersebut dalam kategori kejahatan perang karena dampaknya menyasar warga dan fasilitas sipil.
Berlangsung di 5 Provinsi Selama 2 Hari
Kementerian Kesehatan Iran menyebut serangan udara AS berlangsung selama dua hari dan mencakup lima provinsi. Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, melalui akun X miliknya.
Dalam unggahannya, Kermanpour menulis, “Kami mencatat Amerika Serikat menargetkan lima provinsi Iran dalam serangan pada 8 dan 9 Juli.” Pernyataan itu menjadi salah satu dasar resmi yang dipakai Iran untuk menggambarkan luasnya dampak serangan.
| Data Utama | Keterangan |
|---|---|
| Waktu serangan | 8-9 Juli 2026 |
| Jumlah provinsi terdampak | 5 provinsi |
| Korban tewas | 14 orang |
| Korban luka | 78 orang |
Korban Jiwa dan Luka Masih Bertambah dalam Pendataan
Berdasarkan data sementara Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan itu. Sebanyak 78 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena otoritas Iran terus memantau kondisi di wilayah yang terdampak. Pendataan di lapangan juga dilakukan untuk menilai sejauh mana kerusakan fasilitas sipil dan gangguan pada akses transportasi.
Jalur Menuju Mashhad Jadi Titik Sensitif
Kerusakan pada jalur kereta api menuju Mashhad dikhawatirkan mengganggu arus mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok. Otoritas Iran belum merinci seluruh dampak lanjutan, namun jalur itu dipandang vital bagi wilayah timur negara tersebut.
Dengan adanya kerusakan pada infrastruktur penghubung, perhatian kini tertuju pada pemulihan akses dan penanganan warga di area terdampak. Situasi tersebut menunjukkan bahwa serangan itu tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu jaringan transportasi yang penting bagi aktivitas harian masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Source: www.medcom.id






