Amerika Serikat memperkirakan Iran akan segera mengumumkan bahwa seluruh jalur di Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal. Jika itu terjadi, pasukan Iran juga disebut akan menghentikan tembakan terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur air sempit tersebut.
Informasi itu disampaikan para pejabat AS kepada wartawan dengan syarat anonim, seperti dikutip www.kompas.com dari New York Times, Jumat (10/7/2026). Mereka menilai langkah itu akan menjadi sinyal penting di tengah tarik ulur yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Tekanan soal Selat Hormuz dan pesan dari Teheran
Dalam percakapan selama 30 menit, para pejabat menjelaskan bahwa negosiator Iran telah memberi tahu mereka soal serangan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Menurut penjelasan itu, serangan tersebut dilakukan oleh unit-unit pemberontak dari Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC yang disebut berupaya merusak kesepakatan nuklir.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur strategis yang sangat diperhatikan dalam dinamika Iran dan AS. Karena itu, pernyataan bahwa semua jalur akan dibuka kembali dipandang sebagai langkah yang dapat meredakan ketegangan di perairan tersebut.
AS tetap dorong negosiasi, tetapi ancaman militer belum hilang
Para pejabat AS juga mengatakan pemerintahan Trump masih berencana melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas dan permanen mengenai masa depan program nuklir Iran. Namun, mereka menegaskan Washington akan menanggapi secara militer setiap serangan lanjutan terhadap kapal-kapal di jalur itu.
Presiden Trump sebelumnya mengunggah pernyataan di Truth Social bahwa negosiasi akan berlanjut, tetapi gencatan senjata antara Iran dan AS telah berakhir. Di sisi lain, para pejabat tidak memberi tanda bahwa ada pembicaraan tambahan yang sudah dijadwalkan untuk kesepakatan yang lebih luas.
| Pokok Perkembangan | Isi Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Status Selat Hormuz | Iran diperkirakan mengakui semua jalur terbuka | Pernyataan publik disebut akan keluar dalam beberapa hari mendatang |
| Aksi di Laut | Pasukan Iran disebut berhenti menembaki kapal | Berlaku untuk kapal yang melewati jalur air sempit tersebut |
| Negosiasi Nuklir | AS tetap mendorong kesepakatan yang lebih luas | Washington juga mengancam respons militer jika ada serangan lanjutan |
| Tenggat Waktu | Kesepakatan akhir ditargetkan pertengahan Agustus | Disebut mengikuti tenggat 60 hari dalam perjanjian Juni |
Tarik ulur kesepakatan nuklir masih berlanjut
Salah satu dari tiga pejabat senior AS mengatakan kesepakatan nuklir final tidak akan tercapai kecuali Iran menyerahkan “debu nuklir” kepada Washington. Bahan nuklir itu kemudian akan diencerkan agar tidak bisa digunakan dalam senjata.
Namun, rencana 14 poin yang dibahas tidak menjelaskan siapa yang akan memegang bahan bakar tersebut. Para pejabat Iran sejak itu menyatakan uranium tidak dapat meninggalkan wilayah mereka.
Masih belum jelas juga apakah pengambilan dan pengenceran akan dilakukan oleh Iran atau oleh AS bersama Badan Energi Atom Internasional, lembaga yang disebut sebagai inspektur nuklir PBB. Dengan tenggat pertengahan Agustus yang makin dekat, pernyataan Iran soal Selat Hormuz bisa menjadi penanda penting arah negosiasi berikutnya.
Source: www.kompas.com






