Iran Dituduh Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Negosiasi dengan AS Kembali Terguncang

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Iran dituding menembaki kapal-kapal komersial dan kemudian disebut menyesali langkah itu. Tuduhan ini muncul di tengah upaya negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Oman.

Sejumlah pejabat senior AS kepada CBS News menyebut serangan itu dilakukan oleh kelompok garis keras di Iran yang digambarkan “sesat” dan berupaya merusak pembicaraan. Salah satu pejabat yang dikutip Al Jazeera bahkan mengatakan Iran kembali ke meja perundingan dan mengakui telah melakukan kesalahan.

Insiden yang memicu ketegangan baru

Menurut laporan yang dikutip, kapal-kapal komersial ditembaki pada awal pekan ini. AS dan Iran semula dijadwalkan melanjutkan negosiasi di Oman pada Sabtu (11/7/2026), dengan fokus utama menghentikan seluruh aksi penembakan kapal di Selat Hormuz.

Situasi itu menambah panjang daftar gesekan di jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi global. Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif karena setiap gangguan di kawasan ini dapat segera berdampak luas.

Qatar dan Arab Saudi ikut bereaksi

Sebelumnya, Iran juga disebut menembaki kapal Qatar dan Arab Saudi yang melintas di selat tersebut pada Selasa (7/7/2026). Otoritas Qatar dan Arab Saudi terpisah mengecam insiden itu dan menuduh Iran sengaja menyerang kapal tanker mereka di dekat Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menegaskan Teheran bertanggung jawab penuh atas serangan yang membidik kapal kargo Al Rekayyat. Doha mendesak Iran menghentikan provokasi yang dinilai mengancam stabilitas kawasan dan rantai pasokan energi global.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan kapal tanker Saudi Wadyan juga menjadi sasaran tembak saat berlayar di selat tersebut. Riyadh mengecam insiden itu sebagai ancaman nyata terhadap keselamatan pelayaran internasional.

PihakKapalSikap/Respons
QatarAl RekayyatMengecam Iran dan menyebut Teheran bertanggung jawab penuh
Arab SaudiSaudi WadyanMengonfirmasi kapal menjadi sasaran dan mengecam ancaman bagi pelayaran

AS membalas dengan serangan udara

Merespons serangan itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau Centcom mengumumkan operasi serangan udara balasan ke sejumlah target strategis di dalam wilayah Iran pada Selasa, hanya semenit setelah insiden terjadi. Dalam pernyataannya yang dikutip BBC, Centcom menyebut operasi tersebut bertujuan memberi efek jera dan membuat biaya operasional Iran menjadi sangat mahal.

Centcom juga menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran fatal terhadap poin-poin gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya. “Iran menunjukkan agresi yang tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” demikian pernyataan Centcom.

Kantor berita pemerintah Iran kemudian melaporkan gelombang bom dari jet tempur AS menghantam instalasi di Pulau Qeshm, wilayah pelabuhan Bandar Abbas, dan kawasan Sirik. Media lokal menyebut sejumlah warga sipil mengalami luka-luka akibat hantaman serpihan proyektil.

Di saat yang sama, ruang diplomasi tetap terbuka meski situasinya rapuh. Negosiasi di Oman kini menjadi ujian baru bagi kedua pihak untuk menahan eskalasi di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Source: www.kompas.com
Terkait