Inggris Didesak Larang Masha and the Bear, Kartun Rusia Ini Dipersoalkan Parlemen

Sejumlah anggota Parlemen Inggris dari lintas partai mendesak pemerintah di London untuk melarang tayangan kartun Masha and the Bear. Mereka menilai serial asal Rusia itu tidak sekadar hiburan anak, melainkan membawa unsur propaganda dan soft power.

Desakan itu muncul lewat surat yang dikirim kepada para menteri Inggris dan meminta pemerintah memeriksa apakah penayangan Masha and the Bear bisa dihentikan di negara itu. Menurut the Guardian, kekhawatiran para anggota parlemen juga dipicu oleh kemunculan simbol dan gambaran militer Soviet dalam beberapa episode.

Kontroversi yang dipersoalkan parlemen

Dalam surat yang disupervisi anggota parlemen Partai Liberal Demokrat, Tom Gordon, lebih dari 50 anggota parlemen ikut menandatangani permintaan intervensi kepada Menteri Kebudayaan Lisa Nandy. Mereka berasal dari Partai Liberal Demokrat, Partai Buruh, Partai Konservatif, Partai Hijau, SNP, dan Plaid Cymru.

Para penandatangan menilai beberapa perilaku Masha yang berusia empat tahun menyerupai konten propaganda yang “tidak halus”. Sorotan lain tertuju pada pakaian tokoh itu yang pernah menggunakan topi tank dan seragam era Uni Soviet di salah satu episode.

Episode lain juga disebut menampilkan topi yang mirip topi polisi era Uni Soviet penjaga perbatasan, yang dikaitkan dengan polisi rahasia Soviet, NKVD. Dalam surat itu, badan tersebut digambarkan bertanggung jawab atas deportasi massal, eksekusi, dan penganiayaan terhadap puluhan juta orang.

Poin yang DipersoalkanDetailKonteks
Pakaian MashaTopi tank dan seragam era Uni SovietDisebut muncul di salah satu episode
Topi di episode lainMirip topi polisi era Uni Soviet penjaga perbatasanDikaitkan dengan NKVD
Unggahan studioKeterangan tentang “seorang gadis tentara sungguhan”Di akun X berbahasa Inggris milik Animaccord

Popularitas besar, tapi kini disorot

Masha and the Bear sendiri diadaptasi longgar dari cerita rakyat lisan tradisional Rusia dan menjadi salah satu acara paling populer sepanjang masa di YouTube. Salah satu episodenya yang berdurasi tujuh menit, Recipe for Disaster, telah ditonton lebih dari 4,6 miliar kali di platform tersebut.

Serial ini juga baru dipesan ulang untuk Netflix dan tersedia di platform digital ITV, ITVX. Namun, status populernya justru membuat para anggota parlemen khawatir karena kontennya menjangkau penonton anak-anak di banyak negara, termasuk Inggris.

Dalam surat mereka, para anggota parlemen menyebut konten itu juga ditayangkan di Inggris Raya melalui ITVX. Mereka menilai akses anak-anak Inggris lewat platform streaming global utama dan penyiar domestik terkemuka membuat persoalan ini tidak bisa diabaikan.

Mereka juga menyinggung unggahan di akun X berbahasa Inggris milik studio film tersebut, Animaccord, studio animasi Rusia yang berkantor pusat di Siprus. Unggahan itu menampilkan keterangan, “Seorang gadis tentara sungguhan dengan jaring kupu-kupu! ‘Hore, aku sekarang di tentara!’”

Menurut para anggota parlemen, gambar semacam itu aktif menormalisasi ikonografi militer Soviet untuk penonton global kalangan anak-anak muda. Karena itu, mereka meminta pemerintah Inggris segera mengambil langkah atas penayangan kartun tersebut.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait