Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali naik setelah Donald Trump menyebut fasilitas nuklir Iran masuk dalam daftar target serangan berikutnya. Ancaman itu muncul di tengah upaya dialog yang masih berlangsung, namun belum membawa titik temu.
Trump mengatakan operasi militer selanjutnya dapat menyasar infrastruktur strategis Iran jika Teheran menolak kembali ke meja perundingan. Sejumlah fasilitas yang disebutnya berpotensi menjadi target mencakup pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan.
Tekanan Militer Masih Berlanjut
Presiden dari Partai Republik itu menegaskan Amerika Serikat akan terus mempertahankan tekanan militernya sampai tujuan operasi dinilai tercapai. Dalam pernyataannya, ia menyebut sikap keras terhadap Iran akan berlanjut hingga pihak lawan memutuskan sudah cukup.
Masih menurut pemberitaan mediaindonesia.com yang mengutip Anadolu, Trump juga mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran tetap berkomunikasi. Ia menyebut kedua pihak sempat menggelar pembicaraan pada Selasa dan kembali mendesak Iran agar mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Iran Aktifkan Pertahanan Di Sekitar Bushehr
Respons Iran datang cepat. Setelah ultimatum itu, Teheran meningkatkan kesiapan militernya dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di sekitar Kota Bushehr, lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir utama di Iran.
Mehr News melaporkan seluruh sistem pertahanan udara di kawasan sekitar fasilitas nuklir Bushehr, yang berada di Iran bagian selatan, telah dioperasikan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan udara. Langkah itu menunjukkan Iran menempatkan fasilitas strategisnya dalam status siaga tinggi.
| Lokasi | Respons | Keterangan |
|---|---|---|
| Bushehr | Aktivasi pertahanan udara | Area sekitar salah satu pembangkit nuklir utama Iran |
| Hormozgan dan Sirik | Terjadi ledakan | Wilayah di bagian selatan Iran |
| Hajiabad, Provinsi Hormozgan | Proyektil menghantam area sekitar kota | Dilaporkan media pemerintah Iran |
Serangan Terbaru Picu Korban Jiwa
Serangan militer Amerika Serikat kembali terjadi pada Selasa dan memicu sejumlah ledakan di wilayah Hormozgan serta Sirik, di bagian selatan Iran. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa beberapa proyektil menghantam area di sekitar Kota Hajiabad, Provinsi Hormozgan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan salah satu serangan Amerika Serikat mengenai pos penjaga perbatasan di Hormozgan. Ia menyebut serangan itu menewaskan tiga anggota keluarga Javad Hasanzadeh, seorang penjaga hutan.
Rangkaian ancaman, serangan, dan respons militer itu memperlihatkan ketegangan yang kembali meningkat di tengah upaya diplomatik yang sebelumnya berjalan. Kekhawatiran internasional pun ikut menguat karena ancaman terhadap fasilitas nuklir Iran dapat memperluas risiko konflik di Timur Tengah.
