Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia tengah intens memantau kondisi 383 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran, menyusul serangan yang diluncurkan oleh Israel. Serangan tersebut dikabarkan menyasar sejumlah lokasi di Iran, termasuk kawasan permukiman yang padat. Juru Bicara Kemlu, Roy Soemira, mengonfirmasi bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran terus berusaha menghubungi WNI untuk memastikan keselamatan mereka.
Dalam pernyataannya, Roy menjelaskan bahwa KBRI Tehran telah menjalin komunikasi erat dengan para WNI untuk mendapatkan informasi terkini. "Saat ini tercatat sekitar 383 WNI yang menetap di Iran," ungkapnya pada Sabtu, 14 Juni 2025. Dia menambahkan bahwa dalam upaya menjaga keselamatan warganya, KBRI Tehran telah menyusun rencana kontingensi perlindungan.
Status Siaga 2 Sejak Juli 2024
Roy menegaskan bahwa KBRI Tehran sudah menetapkan status Siaga 2 sejak Juli tahun lalu. Status ini menunjukkan kesiapan dalam mengambil langkah-langkah perlindungan bagi WNI jika situasi berlanjut memburuk. "Kami memiliki berbagai rencana kontingensi sebagai respons terhadap kemungkinan darurat yang terjadi," ujarnya.
Tindakan Israel yang melancarkan serangan ke Iran telah memicu reaksi keras dari pemerintah Indonesia. Menurut Roy, serangan tersebut menjadi pelanggaran hukum internasional dan berpotensi memperburuk ketegangan yang sudah ada di kawasan Timur Tengah. "Indonesia mengutuk tegas tindakan Israel, karena ini melemahkan dasar-dasar hukum internasional," imbuhnya.
Risiko Ketegangan di Timur Tengah
Situasi ini menambah kompleksitas hubungan geopolitik di Timur Tengah. Roy mengingatkan agar semua pihak menahan diri agar tidak memperburuk keadaan. "Setiap negara harus menyelesaikan perbedaan melalui cara-cara damai sesuai dengan hukum internasional," tegasnya. Dalam konteks ini, Indonesia menyerukan dialog yang konstruktif untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
WNI yang berada di Iran juga diimbau untuk tetap berkomunikasi dengan KBRI. Dalam situasi darurat, mereka bisa menghubungi hotline yang disediakan oleh kedutaan. "Kami mengajak semua WNI untuk terus memantau informasi terbaru dan mengikuti instruksi dari KBRI," ujar Roy.
Tanggapan dari Iran dan Pihak Internasional
Pemerintah Iran sendiri telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel, menunjukkan ketegangan yang terus meningkat. Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam terhadap agresi yang dilakukan oleh Israel, dan siap melakukan tindakan defensif jika diperlukan. Dalam konteks ini, pihak internasional, termasuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, diingatkan bahwa setiap dukungan terhadap tindakan agresif tersebut dapat berdampak serius terhadap stabilitas kawasan.
Penutupan Kedutaan dan Masa Depan WNI di Iran
Di tengah ketegangan ini, Israel juga telah menutup kedutaannya di beberapa negara sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi yang lebih lanjut. Roy memastikan, KBRI Tehran tetap beroperasi untuk memberikan perlindungan dan informasi yang dibutuhkan oleh WNI di Iran.
Secara keseluruhan, situasi ini memerlukan perhatian dan tindakan cepat dari semua pihak. Kementerian Luar Negeri Indonesia terus berupaya untuk memastikan perlindungan warganya di situasi genting ini, sembari berharap kondisi dapat segera membaik dan ketegangan dapat mereda. Informasi lebih lanjut mengenai situasi ini dapat diakses melalui website resmi KBRI Tehran.







