Kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia ikut memancing komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai keputusan menempatkan Harry Kane lebih dalam pada babak kedua menjadi langkah yang patut dipertanyakan.
Kritik itu diarahkan kepada Thomas Tuchel setelah Inggris tumbang 1-2 di Atlanta, AS, pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat. Inggris sempat berada di depan, tetapi keunggulan tersebut hilang pada fase akhir pertandingan.
Trump menyampaikan pandangannya ketika menghadiri resepsi FIFA di Trump Tower pada Jumat waktu setempat. Ia diketahui memiliki kedekatan personal dengan Kane setelah keduanya bermain golf bersama di West Palm Beach sekitar 18 bulan sebelumnya.
Menurut Trump, Inggris seharusnya tidak mengubah peran pemain yang ia anggap sebagai salah satu aset terbaik tim saat sedang unggul. Ia secara khusus menyoroti posisi Kane yang dinilainya terlalu berorientasi pada pertahanan.
"Kalian punya pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf dengan saya, kalian tahu itu, kan? Harry, yang selama ini bermain fantastis. Menurut saya mereka mungkin melakukan kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan," kata Trump.
Ia juga mempertanyakan pilihan Inggris untuk bermain lebih konservatif ketika laga memasuki fase krusial. "Apa yang saya tahu soal sepak bola? Mereka sudah unggul, lalu mereka mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," lanjutnya.
Keunggulan Inggris Berubah dalam Menit Akhir
Inggris membuka peluang menuju final lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, sebagaimana dilaporkan ESPN. Namun, strategi tim berubah setelah itu dengan penerapan formasi lima bek dan sempat melibatkan enam pemain bertahan di lapangan.
Pendekatan tersebut membuat Inggris semakin dalam menghadapi tekanan Argentina. Argentina kemudian mencetak dua gol dalam lima menit terakhir ditambah masa tambahan waktu untuk membalikkan keadaan.
| Agenda | Lawan | Waktu | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Semifinal Piala Dunia | Argentina | Rabu (15/7/2026) | Atlanta, AS |
| Perebutan tempat ketiga | Perancis | Sabtu (18/7/2026) | Miami |
| Final Piala Dunia | Argentina vs Spanyol | Minggu (19/7/2026) | – |
Hasil itu mengirim Argentina ke final untuk menghadapi Spanyol pada Minggu (19/7/2026). Sementara itu, Timnas Inggris harus mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Perancis di Miami.
Tuchel tidak tinggal diam menghadapi kritik yang muncul setelah kekalahan tersebut, termasuk dari Donald Trump. Dalam sesi jumpa pers pada Jumat, ia menanggapi pertanyaan tentang komentar presiden AS itu dengan nada retoris.
"Apakah Anda menjadikan Donald Trump sebagai saksi untuk kasus ini, atau? Saya cuma bertanya," ujar Tuchel. Ia juga membantah penilaian bahwa Kane bermain terlalu dalam selama fase akhir laga.
"Di situasi mana Harry bermain terlalu dalam? Maksud Anda apa? Seperti di 30 menit terakhir?" kata Tuchel saat ditanya soal posisi penyerang Inggris tersebut. Menurutnya, seluruh tim memang harus turun bertahan ketika berada dalam blok pertahanan rendah.
"Begini, kami bertahan dalam blok yang dalam. Itu memang yang harus dilakukan jika bertahan dalam blok. Anda bertahan dalam blok," jelasnya.
Tuchel Akui Inggris Terlalu Pasif
Pelatih asal Jerman itu tetap mengakui timnya gagal merespons tekanan Argentina dengan cukup baik. Inggris, menurutnya, tidak mampu keluar dari blok pertahanan dan kesulitan kembali menguasai bola.
"Kami tidak cukup aktif, kami tidak bisa keluar dari blok pertahanan yang dalam itu, tetapi jika Anda bertahan dalam blok yang dalam, semua orang bertahan dalam blok yang dalam," ujar Tuchel. Ia menegaskan cara bertahan tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya peran satu pemain.
Tuchel juga menyoroti penurunan performa Timnas Inggris dalam sekitar 30 menit terakhir pertandingan. "Kami menjadi terlalu pasif dalam 30 menit terakhir. Kami tidak bisa menguasai bola, kami tidak bisa lagi memenangkan duel," katanya.
Meski taktiknya menjadi sasaran kritik, sumber-sumber yang dihubungi ESPN menyebut Tuchel masih mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Inggris. Ia diperkirakan tetap menukangi Inggris hingga Euro 2028.
Tuchel menilai evaluasi setelah semifinal harus berfokus pada kemampuan tim untuk bangkit dari tekanan dan kembali memainkan bola. Inggris kini memiliki satu pertandingan tersisa melawan Perancis untuk menutup perjalanan mereka di Piala Dunia.
Source: www.kompas.com






