Peserta Tur asal Madiun Dilaporkan Hilang di Korsel, Travel Hadapi Risiko Denda

Author: Qoo Media

Seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas dikabarkan menghilang saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan. Pihak penyelenggara perjalanan menyebut kejadian itu berpotensi membawa dampak besar, termasuk risiko denda hingga Rp125 juta.

Informasi tersebut disampaikan akun Instagram @sarjanabackpacker, yang menyatakan telah bertahun-tahun membangun kepercayaan dalam bisnis perjalanan. Mereka menilai keputusan satu peserta meninggalkan rombongan dapat memengaruhi banyak calon peserta tur berikutnya.

Dalam unggahannya, pihak travel menegaskan persoalan ini bukan semata-mata tentang kehilangan satu orang dari rombongan. Mereka menyebut ada tanggung jawab kepada vendor dan pihak di Korea Selatan yang harus diselesaikan akibat kejadian tersebut.

“Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban,” tulis akun tersebut.

Terakhir Terlihat di Kawasan Myeongdong

Femas disebut sebelumnya tidak memperlihatkan tanda-tanda akan meninggalkan rombongan tur Korea Selatan. Ia bahkan dikabarkan satu kamar dengan tour leader selama perjalanan berlangsung.

Pihak travel menyatakan Femas telah diajak berbicara, makan, dan berjalan bersama peserta lain. Saat ditanya apakah mengalami kesulitan, ia disebut memberikan respons yang terlihat normal.

Situasi berubah ketika Femas disebut ingin melihat-lihat sepatu di kawasan Myeongdong. Setelah itu, ia dilaporkan tidak kembali ke hotel dan tidak dapat dihubungi.

Menurut keterangan yang dikutip www.liputan6.com, panggilan telepon dan pesan WhatsApp kepada Femas tidak mendapat respons. Pihak travel juga menyebut peserta tersebut tidak memberikan kabar mengenai keberadaannya.

Pencarian dan Koordinasi Dilakukan Berhari-hari

Tour leader dikabarkan telah melakukan pencarian selama berhari-hari setelah Femas tidak kembali ke hotel. Upaya itu mencakup menghubungi yang bersangkutan berulang kali dan menyisir lokasi terakhir yang diketahui.

Pihak travel juga menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang di Korea Selatan. Namun, pencarian yang dilakukan disebut belum membuahkan hasil.

Selain mencari Femas, penyelenggara perjalanan harus berkoordinasi dengan vendor terkait dampak kejadian tersebut. Mereka juga menyebut perlu mempertanggungjawabkan persoalan itu kepada pihak Korea.

“Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda,” tulis akun @sarjanabackpacker.

Permintaan agar Femas Kembali ke Indonesia

Pihak travel akhirnya mempublikasikan informasi tersebut dengan harapan Femas dapat bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Mereka juga meminta masyarakat yang mengenalnya untuk menyampaikan pesan agar ia kembali ke Indonesia.

“Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan baik. Jangan biarkan begitu banyak orang menanggung akibat dari keputusanmu,” tulis pihak travel dalam unggahannya.

Hingga informasi itu disampaikan, pihak travel menyatakan Femas belum ditemukan dan belum dapat dihubungi. Kabar ini masih didasarkan pada pernyataan penyelenggara tur melalui media sosial.

Source: www.liputan6.com
Terbaru