Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengungkapkan bahwa Kanada mungkin harus menerima sejumlah tarif sebagai bagian dari kesepakatan dagang baru dengan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Ottawa, Carney menjelaskan bahwa tidak ada indikasi dari pemerintah Trump yang menunjukkan kesediaan untuk sepenuhnya menghapus tarif dalam perjanjian yang sedang dinegosiasikan.
Carney mencatat bahwa setiap negosiasi dagang yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump selama ini selalu melibatkan tarif. Peningkatan tarif baru yang diumumkan oleh Trump pada pekan lalu menjadi sorotan utama. Tarif tersebut adalah bea masuk yang akan diberlakukan sebesar 35% pada produk Kanada, meningkat dari tarif sebelumnya sebesar 25%. Langkah ini semakin mempertegas ketegangan dalam hubungan perdagangan antara kedua negara.
Perang Dagang yang Berlanjut
Kanada dan AS terlibat dalam perseteruan dagang yang berlangsung sejak Trump mulai menjabat pada Januari lalu. Washington telah memberlakukan tarif yang sangat memberatkan, terutama pada sektor-sektor seperti baja, aluminium, dan otomotif. Sebagai reaksi, pemerintah Ottawa juga menerapkan tarif serupa atas produk-produk AS. Meskipun Carney tidak secara langsung menyatakan kesiapan Kanada untuk menerima tarif, ia menekankan pentingnya menandatangani perjanjian yang memberikan manfaat bagi Kanada. Pada KTT G7 pada bulan Juni, Carney menegaskan kesediaannya untuk menambah tarif balasan jika diperlukan demi melindungi kepentingan nasional.
Dampak Tarif terhadap Sektor Ekonomi
Sektor-sektor penting Kanada sangat terpukul oleh tarif AS. Dengan sekitar 75% barang-barang Kanada diekspor ke pasar Amerika, tarif ini berdampak serius pada industri otomotif dan metalurgi. Data dari Biro Sensus AS yang dirilis oleh Royal Bank of Canada memperlihatkan bahwa meskipun 91% ekspor Kanada ke AS masih bebas tarif di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (CUSMA), total ekspor Kanada ke AS mengalami penurunan signifikan sejak bulan April.
Optimisme dari Pihak AS
Di sisi lain, Trump mengungkapkan keyakinan bahwa negosiasi dengan Kanada akan membuahkan hasil yang positif. Dalam sebuah wawancara dengan BBC, ia menyatakan, “Kami sedang bernegosiasi dengan Kanada sekarang, dan saya pikir hasilnya akan sangat baik.” Optimisme ini datang di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan tekanan bagi ekonomi Kanada.
Saat ini, ketegangan antara kedua negara mencerminkan dinamika yang kompleks dalam hubungan perdagangan global. Banyak pemerhati memperkirakan bahwa kesepakatan apapun yang dicapai tidak akan sepenuhnya menghapus dampak dari tarif yang ada, melainkan hanya mengatur pengurangan atau penjadwalan tarif baru.
Perspektif Ekonomi Jangka Panjang
Melihat ke depan, dampak dari tarif yang dikenakan AS akan berlangsung dalam jangka panjang, dan Kanada perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mitigasi. Meskipun banyak sektor masih dapat beroperasi dengan ketentuan CUSMA, tantangan yang dihadapi oleh industri-industri utama bekasnya akan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.
Dengan adanya kedekatan antara negosiasi antara kedua belah pihak, sangat penting bagi Kanada untuk memastikan bahwa kesepakatan yang dicapai tidak hanya mengurangi tarif, tetapi juga menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan sektor-sektor vital lainnya. Di tengah ketidakpastian ini, rakyat Kanada menantikan keputusan yang diambil pemerintah mereka, yang akan berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan mereka ke depan.
