Keluarga Rusia Ditemukan Tinggal di Gua India Selama Bertahun-Tahun

Seorang wanita asal Rusia, Nina Kutina, bersama dua putrinya, berhasil ditemukan tinggal di sebuah gua terpencil di kawasan hutan Karnataka, India, setelah menghabiskan bertahun-tahun di lokasi tersebut. Penemuan ini terjadi pada 9 Juli 2025, saat petugas patroli melakukan pengecekan di Bukit Ramatirtha, yang dikenal sebagai daerah wisata berpotensi longsor.

Informasi yang diperoleh dari pihak berwenang menyatakan bahwa Kutina dan kedua putrinya yang masing-masing berusia enam dan empat tahun, telah menetap di gua tersebut sejak visa memasuki India habis delapan tahun lalu. “Dokumen perjalanan Nina telah kedaluwarsa sejak sekitar tahun 2017,” ungkap seorang petugas imigrasi. Meskipun visa mereka tidak valid, Kutina mengklaim bahwa mereka melakukan perjalanan ke beberapa negara sebelum datang ke India.

Dalam wawancara dengan media lokal, Kutina menjelaskan bahwa ia dan anak-anaknya menjalani kehidupan yang dianggapnya penuh kebahagiaan. “Kami memiliki pengalaman hidup di alam yang menyenangkan,” katanya. Mereka sering melakukan aktivitas outdoor seperti berenang di air terjun dan berkreasi dengan melukis serta membuat tembikar. Kutina menegaskan bahwa anak-anaknya merasa bahagia di lingkungan alami tersebut.

Namun, situasi ini menarik perhatian pihak berwenang yang menyatakan bahwa keberadaan Kutina di lokasi tersebut merupakan masalah keamanan. Kepala Polisi M Narayana mengatakan, “Tinggal di gua itu sangat berbahaya, terutama dengan anak-anak. Ini bukan tempat yang aman untuk tinggal, bahkan hanya untuk seminggu.”

Meskipun Kutina menyatakan cinta terhadap alam, petugas imigrasi mencatat kekhawatiran tentang keberadaan mereka yang tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Diketahui bahwa sebelum tinggal di gua, Kutina memasuki India melalui negara bagian Goa dengan visa bisnis yang berakhir pada April 2017. Ia sempat keluar menuju Nepal pada 2018 sebelum kembali lagi ke India.

Polisi kini sedang memproses pemulangan Kutina dan kedua putrinya ke Rusia. Mereka akan ditempatkan di fasilitas penahanan imigrasi yang diperuntukkan bagi asing yang tinggal secara ilegal di India. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mungkin seorang warga negara asing bisa hidup selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.

Kisah Kutina dan anak-anaknya memicu berbagai tanggapan publik. Sementara sebagian orang menyatakan simpati terhadap keinginan mereka untuk hidup dekat dengan alam, yang lain menyoroti perlunya penegakan hukum terkait imigrasi. Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa meskipun cinta terhadap alam adalah hal yang positif, aturan dan regulasi yang ada seharusnya tetap ditaati untuk melindungi semua individu.

Kedua putrinya yang masih kecil itu, menurut Kutina, tidak pernah merasakan kesedihan. “Mereka sangat bahagia di sini. Saya tidak membawa mereka ke hutan untuk mati,” ujarnya. Kutina juga menyampaikan bahwa mereka tidak merasa terasing meskipun hidup dalam kondisi ekstrem.

Kisah ini menjadi topik hangat di media, menarik perhatian tidak hanya di India tetapi juga internasional. Pihak berwenang bertekad untuk menangani situasi ini dengan serius, memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat. Dengan pemulangan yang sedang diproses, kisah mereka diharapkan dapat menjadi refleksi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum imigrasi dan keselamatan pribadi.

Sementara itu, tangan-tangan penuh harapan tetap menanti di masa depan bagi Kutina dan anak-anaknya, meskipun perjalanan mereka kembali ke tanah air masih menyisakan banyak pertanyaan dan keprihatinan.

Exit mobile version