Tinggal di kota yang nyaman, aman, dan dilengkapi dengan fasilitas publik yang memadai adalah impian banyak orang di seluruh dunia. Menyusul perilisan tahunan yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), terdapat daftar terbaru mengenai kota-kota paling layak huni di dunia untuk tahun 2025. Menariknya, Kopenhagen, ibu kota Denmark, berhasil merebut posisi puncak dari Wina, Austria, yang sebelumnya bertahan di tempat tersebut selama bertahun-tahun.
Kopenhagen memperoleh skor sempurna di bidang stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur. Kombinasi ketiga aspek ini menjadikannya sebagai kota yang sangat diidamkan untuk ditinggali. Seperti yang dilaporkan oleh BBC pada 18 Juli 2025, perubahan peringkat ini menunjukkan bahwa keamanan dan infrastruktur yang baik adalah faktor penting dalam menentukan kualitas hidup.
Sementara itu, Wina kehilangan posisinya karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan masalah keamanan yang berkembang. Insiden yang merusak, seperti ancaman bom yang memaksa pembatalan konser Taylor Swift pada tahun 2024, telah mengguncang rasa aman warganya. Situasi ini menunjukkan bahwa kelayakan huni tidak hanya bergantung pada hal-hal seperti taman yang hijau atau transportasi publik yang efisien, tetapi juga pada rasa aman yang dirasakan oleh warga.
Dominasi kota-kota Eropa dan Australia dalam daftar ini mencerminkan kualitas hidup yang diutamakan di kawasan tersebut. Apart dari Kopenhagen dan Wina, sejumlah kota di Eropa dan Australia lainnya juga menduduki posisi teratas, sementara Osaka menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia dalam daftar 10 besar. Berikut adalah daftar lengkap 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia untuk tahun 2025:
1. Kopenhagen, Denmark
2. Wina, Austria
3. Zurich, Swiss
4. Melbourne, Australia
5. Jenewa, Swiss
6. Sydney, Australia
7. Osaka, Jepang (seri)
8. Auckland, Selandia Baru
9. Adelaide, Australia
10. Vancouver, Kanada
Keberadaan kota-kota seperti Zurich dan Jenewa di peringkat atas menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan dan kesehatan yang baik, serta sistem transportasi yang efisien, juga memiliki peranan penting. Sedangkan kota-kota Australia seperti Melbourne dan Sydney menawarkan kualitas hidup yang tinggi melalui lingkungan yang bersih serta kegiatan rekreasi yang beragam.
Kota-kota tersebut tidak hanya memperhatikan infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan ruang publik yang menjunjung tinggi interaksi sosial dan kolaborasi antarwarga. Hal ini menjadikan mereka tempat yang ideal untuk hidup, bekerja, dan bersosialisasi. Berbagai penelitian dan survei telah menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti komunitas yang solid, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kebudayaan yang kaya sangat berkontribusi terhadap kepuasan hidup warganya.
Meskipun banyak kota di Eropa dan Australia menguasai daftar ini, perwakilan dari Asia, seperti Osaka, menandakan bahwa beberapa kota di kawasan tersebut mulai mendapatkan perhatian global. Osaka, dengan kombinasi kemajuan ekonomi dan budaya yang unik, telah menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dalam hal kelayakan huni.
Tingkat keparahan ketidakpastian global saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak kota di dunia. Diperlukan usaha yang makin serius untuk memastikan bahwa setiap warga merasakan keamanan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kota-kota yang berada di peringkat atas ini memberikan contoh nyata bagaimana kebijakan yang tepat dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua.
Dengan melihat pergeseran peringkat ini, penting bagi pemerintah kota untuk memperhatikan aspek-aspek yang berkontribusi pada kualitas hidup. Upaya dalam meningkatkan keselamatan publik dan infrastruktur transportasi seharusnya menjadi prioritas utama, agar dapat terus bersaing dalam daftar kota paling layak huni di dunia di masa mendatang.
