Arab Saudi Hibahkan 1,65 Juta Barel Minyak untuk Bantu Pemulihan Suriah

Kerajaan Arab Saudi memberikan hibah berupa pasokan minyak mentah sebanyak 1,65 juta barel kepada Suriah. Langkah ini adalah hasil arahan langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi. Penandatanganan nota kesepahaman terkait hibah ini dilakukan oleh Sultan Al-Marshad, CEO Saudi Fund for Development (SFD), bersama Menteri Energi Suriah, Mohammed Al Bashir.

Tujuan Hibah dan Dukungan terhadap Kilang Minyak Suriah

Hibah minyak ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasional kilang minyak di Suriah. Dengan bantuan tersebut, pemerintah Suriah berharap dapat mencapai keberlanjutan dalam operasional dan aspek finansial kilang-kilang minyak di wilayahnya. Hal ini penting mengingat sektor energi merupakan tulang punggung perekonomian yang berpotensi mempengaruhi berbagai sektor lainnya.

Selain itu, pasokan minyak dari Saudi ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pembangunan ekonomi Suriah yang tengah menghadapi berbagai tantangan berat, akibat konflik berkepanjangan dan sanksi internasional. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor vital, memperkuat ekonomi domestik, serta membantu dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan negara tersebut.

Konteks Hubungan Saudi-Suriah

Pemberian hibah tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat Suriah, yang selama ini mengalami cobaan berat akibat perang dan krisis ekonomi. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Saudi Press Agency pada Jumat, 12 September 2025, disebutkan bahwa bantuan ini memperkuat hubungan erat serta solidaritas antara kedua negara yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat.

Kredit terhadap keputusan ini diberikan kepada arahan langsung Wali Dua Masjid Suci, Raja Salman, dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Inisiatif tersebut juga diperankan oleh Saudi Fund for Development sebagai lembaga yang berperan penting dalam program-program bantuan Saudi di luar negeri, khususnya di wilayah Timur Tengah.

Peran Saudi Fund for Development dan Menteri Energi Suriah

Sultan Al-Marshad, CEO Saudi Fund for Development yang menandatangani nota kesepahaman, menegaskan bahwa hibah ini bagian dari komitmen Saudi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara sahabat. Menurut dia, investasi dalam sektor energi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi stabilitas dan kemajuan ekonomi Suriah.

Sementara itu, Menteri Energi Suriah, Mohammed Al Bashir, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurut Al Bashir, suplai minyak ini sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran produksi minyak mentah di kilang-kilang lokal yang mengalami berbagai kendala akibat keterbatasan sumber daya dan pembatasan teknis.

Dampak dan Harapan ke Depan

Hibah minyak dari Arab Saudi ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada ekonomi Suriah, terutama dalam hal pengadaan energi yang selama ini dibutuhkan untuk industri dan kebutuhan domestik. Berlanjutnya operasi kilang minyak dengan pasokan bahan baku yang memadai memungkinkan Suriah mempertahankan pasokan energi serta meningkatkan ekspor minyak di masa yang akan datang.

Langkah Saudi juga menjadi perwujudan dari pendekatan diplomasi energi yang dapat memperkuat hubungan bilateral dan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas regional Timur Tengah. Bantuan ini menjadi contoh bagaimana kerja sama ekonomi di wilayah yang masih diliputi ketidakpastian dapat membuka peluang rekonstruksi dan pertumbuhan.

Dengan adanya pasokan minyak dari Arab Saudi, Suriah memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi energi nasional dan melakukan pengembangan infrastruktur kilang lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan upaya global menuju pemulihan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan yang terdampak konflik.

Exit mobile version