Investigasi Bantah Klaim Israel Serang Hamas di RS Nasser Gaza

Israel membantah klaim bahwa serangannya terhadap Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan, pada 25 Agustus lalu sengaja menyasar posisi Hamas. Namun, investigasi mendalam yang dilakukan kantor berita Reuters menunjukkan bukti berbeda dari pernyataan militer Israel.

Menurut militer Israel, serangan udara tersebut dilakukan karena mereka menemukan sebuah kamera yang dicurigai sebagai alat pengintai milik Hamas di tangga rumah sakit. Kamera itu diduga digunakan untuk memantau pergerakan pasukan Israel. Namun, hasil penelusuran Reuters dengan memeriksa rekaman video, foto, serta kesaksian langsung di lokasi justru mengungkapkan bahwa kamera yang dimaksud milik jurnalis Hussam al-Masri, yang sudah sering memanfaatkan perangkat tersebut untuk siaran langsung dari lokasi sama.

Bukti Visual dan Kesaksian Lapangan

Hussam al-Masri tercatat telah memasang kamera tersebut hingga 35 kali sejak Mei 2023 untuk berbagai liputan langsung. Kamera tersebut ditutup dengan sajadah atau karpet yang memang digunakan untuk melindunginya dari panas dan debu. Rekaman drone yang diamati oleh Reuters juga mengonfirmasi hal ini, sehingga tuduhan bahwa kamera itu milik Hamas tidak berdasar. Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, mengungkapkan bahwa klaim Israel adalah sebuah rekayasa yang bertujuan membenarkan serangan tersebut dan menutupi kejahatan perang terhadap rumah sakit serta tenaga medis.

Korban Jiwa dan Dampak Serangan

Serangan ganda yang terjadi menyebabkan tewasnya 22 orang, termasuk lima jurnalis, salah satunya adalah kontributor Al Jazeera. Serangan double tap ini menargetkan tim penyelamat yang sedang mengevakuasi korban ledakan pertama. Juru kamera Reuters, Hatem Khaled, menggambarkan situasi saat ledakan kedua itu terjadi; di mana situasi sedang dalam upaya penyelamatan korban, tiba-tiba terjadi ledakan yang memakan korban tambahan.

Kematian jurnalis akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menyalip angka 200 orang sejak agresi dimulai hampir dua tahun lalu. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyatakan bahwa Israel belum pernah mengumumkan hasil investigasi resmi terkait kematian ini, apalagi menuntut pertanggungjawaban atas kejadian tersebut. Sara Qudah, Direktur Regional CPJ untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan bahwa tidak ada perubahan pola dalam serangan terhadap jurnalis meskipun sudah ada kecaman internasional.

Konteks Serangan Terhadap Lokasi Kemanusiaan

Israel telah berulang kali menyerang fasilitas yang seharusnya dilindungi oleh hukum humaniter internasional, seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan lokasi kemanusiaan lain. Korban yang jatuh bukan hanya warga sipil biasa, melainkan juga tenaga medis, relawan penyelamat, dan jurnalis yang berusaha menjalankan tugas kemanusiaan sekaligus meliput konflik. Banyak pihak internasional mengutuk kejadian ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum perang.

Investigasi Reuters yang melibatkan lebih dari seratus rekaman foto dan video serta puluhan saksi membongkar kebenaran di balik peristiwa tragis tersebut. Ali Hashem, jurnalis Al Jazeera, menyebut kanal tangga di rumah sakit sebagai ruang redaksi darurat tempat para jurnalis berkumpul. Siaran langsung Hussam al-Masri terputus tepat sebelum ledakan pertama terjadi.

Reaksi dan Implikasi

Penegasan bahwa kamera itu merupakan alat jurnalis menolak narasi militer Israel yang mengklaim menargetkan "perlengkapan Hamas." Hal ini menjadi bukti penting yang menguatkan tudingan adanya upaya untuk menutupi pelanggaran hukum humaniter internasional oleh pihak Israel. Luka dari serangan semacam ini tidak hanya fisik, tetapi juga melukai kebebasan pers dan hak informasi publik di wilayah konflik.

Dari sisi internasional, berbagai organisasi dan pengamat konflik terus mendorong agar kasus-kasus kejahatan perang, termasuk serangan terhadap fasilitas medis dan kematian jurnalis, diusut secara transparan dan pelaku bertanggung jawab sesuai hukum internasional. Sementara itu, warga Gaza dan komunitas jurnalis terus berjuang untuk mendapatkan perlindungan yang layak di tengah konflik yang berkepanjangan.

Src: https://mediaindonesia.com/internasional/815352/investigasi-bantah-klaim-israel-sasar-hamas-di-pengeboman-rs-nasser-gaza?page=all

Exit mobile version