Belakangan, hubungan antara Pangeran William dan Meghan Markle kembali menjadi sorotan setelah Meghan mengunggah sebuah video singkat saat menghadiri Paris Fashion Week. Video tersebut dianggap memicu kemarahan Pangeran William karena dinilai tidak menghormati lokasi sejarah yang memiliki makna mendalam bagi keluarga kerajaan.
Dalam video yang diunggah Meghan Markle di media sosialnya, terlihat ia duduk santai di kursi belakang sebuah limosin dengan posisi kaki terangkat. Saat itu, kendaraan yang membawanya melintasi terowongan Pont de l’Alma di Paris, lokasi kecelakaan tragis yang menewaskan Putri Diana, ibu Pangeran William, pada tahun 1997. Unggahan tersebut kemudian mendapat kritikan tajam dari pihak dalam keluarga kerajaan.
Menurut laporan laman Mandatory yang dikutip Jumat, 10 Oktober 2025, seorang sumber dekat menyatakan bahwa Pangeran William merespons video itu dengan kemarahan besar. “William melihat video itu dan wajahnya pucat pasi karena marah,” ujar sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa William menilai tindakan Meghan sebagai bentuk penghinaan terhadap momen dan tempat yang dianggap suci oleh keluarga kerajaan.
Sumber lain yang juga dekat dengan internal keluarga menuturkan bahwa segera setelah menyaksikan video tersebut, Pangeran William meminta agar semua salinan video itu dihapus untuk menghentikan penyebarannya. “Dia tidak percaya Meghan merekam dirinya sendiri di dekat tempat yang menghancurkan keluarganya,” kata sumber tersebut menegaskan.
Reaksi keras Pangeran William terhadap video ini mencerminkan rasa sensitifnya terhadap ingatan akan Putri Diana dan rasa hormat yang ingin ia jaga terhadap warisan sang ibu. Terowongan Pont de l’Alma bukan hanya sebuah lokasi fisik, tetapi simbol duka yang sangat dalam bagi keluarga kerajaan dan pengikutnya di seluruh dunia.
Dampak dari kejadian ini ternyata juga berimbas pada keputusan terkait keikutsertaan Meghan Markle dalam acara resmi kerajaan. Dilansir dari Radar Online, Pangeran William dikabarkan menolak keterlibatan Meghan dalam rangkaian acara peringatan 30 tahun kematian Putri Diana. Salah satu alasan kuat penolakan tersebut diduga adalah kemarahan William atas unggahan video yang dianggap tidak pantas ini.
Dalam artikel Radar Online disebutkan bahwa keputusan William untuk melarang Meghan berpartisipasi bersifat final dan merupakan cerminan dari kekecewaan mendalam terhadap sikap Meghan yang dianggap tidak menunjukkan rasa hormat dan kesungguhan pada momen kenangan penting tersebut.
Hubungan antara Meghan Markle dan keluarga kerajaan, khususnya dengan Pangeran William, diketahui sudah mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Insiden unggahan video ini menambah daftar konflik yang belum terselesaikan di antara mereka. Sumber internal menuturkan bahwa Pangeran William melihat tindakan Markle dalam video tersebut sangat mengerikan dan jauh dari ekspektasi norma kesopanan dalam keluarga kerajaan.
Meskipun hubungan ini menjadi perhatian publik, pihak Istana Buckingham belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kontroversi video maupun keputusan Pangeran William. Namun, sejumlah pengamat kerajaan menilai peristiwa ini semakin memperkuat jarak emosional yang selama ini terjadi antara Meghan Markle dengan anggota keluarga kerajaan senior.
Sementara itu, Meghan terus menjalankan kegiatan publiknya secara independen, salah satunya dengan aktif menghadiri acara seperti Paris Fashion Week yang memberikan sorotan tersendiri kepada dirinya. Namun, unggahan di media sosial yang berhubungan dengan momen atau simbol kerajaan tetap menjadi isu sensitif yang mengundang reaksi kuat dari lingkungan keluarga kerajaan.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan betapa rumit dan kompleksnya dinamika internal keluarga kerajaan dalam menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan citra publik yang harus dijaga dengan ketat. Konflik soal video Meghan di Pont de l’Alma menggarisbawahi pentingnya sensitivitas dan penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh keluarga kerajaan Inggris.
Source: www.viva.co.id
