Di timur Inggris, tepatnya di Cambridgeshire, sebuah eksperimen pertanian inovatif berhasil menanam padi dengan subur di wilayah yang selama ini dikenal beriklim dingin. Proyek ini merupakan terobosan pertama yang membuktikan bahwa padi, tanaman tropis yang biasanya tumbuh di daerah hangat, dapat beradaptasi dan berkembang di iklim Inggris yang lebih sejuk. Eksperimen ini dilaksanakan oleh Nadine Mitschunas, petani padi pertama dan satu-satunya di Inggris, yang mendapat dukungan dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris (UKCEH).
Pengujian Berbagai Varietas Padi di Cambridgeshire
Nadine Mitschunas memulai penanaman padi di empat sawah mini berair di utara Ely, sebuah daerah di Cambridgeshire, dengan menggunakan sembilan varietas padi dari berbagai negara, termasuk Brasil, Kolombia, Italia, dan Filipina. Beberapa varietas yang diuji itu meliputi jenis padi risotto, basmati, dan padi sushi. Eksperimen ini memanfaatkan musim panas terpanas yang pernah tercatat di Inggris untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang sebelumnya dianggap tidak mungkin hidup di negeri dingin ini. Nadine menyatakan optimis, bahwa dalam 10 tahun mendatang padi bisa menjadi tanaman utama yang cocok untuk lanskap pertanian Inggris.
Potensi yang Ditimbulkan oleh Perubahan Iklim
Menurut Prof Richard Pywell, perwakilan UKCEH, pemanasan global membuka peluang baru bagi tanaman tropis untuk beradaptasi di Eropa utara, termasuk Inggris. Penanaman padi di wilayah ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga upaya memitigasi emisi karbon. Lahan pertanian di Fens, wilayah tempat uji coba berlangsung, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil sayuran terbesar di Inggris dengan nilai produksi mencapai £1,2 miliar per tahun. Namun, tanah gambut di kawasan tersebut menjadi sumber utama pelepasan karbon dioksida.
Dengan menanam padi yang tumbuh di lahan tergenang, para ilmuwan berharap bisa mengunci gas rumah kaca ke dalam tanah basah dan menekan pelepasan karbon. Meskipun tanaman padi menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat, penelitian awal menunjukkan emisi metana tersebut tidak melebihi jumlah karbon yang berhasil diserap oleh tanah basah tersebut.
Dukungan Petani Lokal dan Pandangan Keberlanjutan
Craig dan Sarah Taylor, petani lokal yang telah mengelola lahan mereka selama lebih dari lima abad, turut mendukung eksperimen ini. Mereka menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar percobaan aneh, melainkan sebuah langkah serius untuk mereformasi sistem pertanian agar lebih berkelanjutan. Craig menuturkan, “Kami bukan petani padi gila, ini tentang membangun sistem pertanian masa depan yang lebih berkelanjutan.” Sarah menambahkan, bahwa pertanian ke depan haruslah dipandu oleh pilihan manusia sendiri, bukan hanya dilatarbelakangi oleh perubahan iklim, sehingga warisan ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Ekspansi dan Upaya Diversifikasi Tanaman
Selain padi, tim peneliti juga menguji beberapa tanaman lain yang mampu hidup di lahan basah seperti selada dan willow hibrida. Pemerintah Inggris mulai menunjukkan minat atas hasil-hasil eksperimen ini, mengingat pentingnya inovasi untuk menjawab tantangan besar dalam ketahanan pangan dan penanganan krisis iklim di masa depan.
Prediksi dan Harapan untuk Masa Depan Padi di Inggris
Dengan prediksi kenaikan suhu rata-rata Inggris antara 2 hingga 4 derajat Celsius dari era pra-industri dalam dekade mendatang, para ilmuwan optimistis bahwa penanaman padi bisa meluas di wilayah tersebut. Prof Richard Pywell menyatakan, “Dalam waktu satu dekade, tidak mustahil beras hasil tanam Inggris akan tersaji di meja makan kita.” Proyek ini pun menjadi tonggak penting dalam menggabungkan inovasi pertanian dengan pengelolaan lingkungan guna mengurangi dampak pemanasan global.
Eksperimen penanaman padi di Cambridgeshire tak hanya membuka kemungkinan baru untuk diversifikasi pertanian Inggris, tetapi juga menyajikan model keberlanjutan pertanian yang meminimalkan emisi karbon dan menyesuaikan diri dengan kondisi iklim yang berubah. Inovasi semacam ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara beriklim serupa yang ingin meningkatkan ketahanan pangan di tengah tantangan iklim global.
Source: www.beritasatu.com
