Infeksi saluran kemih (ISK) sering menyerang perempuan muda yang aktif bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Kondisi ini dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele namun berisiko tinggi jika tidak diwaspadai.
Kebiasaan kurang minum air putih menjadi faktor utama pemicu ISK. Lingkungan kerja yang nyaman membuat seseorang malas untuk mengonsumsi cairan yang cukup, padahal hal ini memicu terbentuknya batu saluran kemih dan infeksi berulang. Namun, konsumsi cairan juga harus diperhatikan agar tidak berlebihan, terutama minuman manis seperti soda yang justru meningkatkan frekuensi buang air kecil dan dapat memperburuk keluhan.
Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil dan Lingkungan Kerja Ber-AC
Menahan buang air kecil, khususnya saat berada di kantor ber-AC, bisa menyebabkan urin menjadi pekat dan mengganggu fungsi kandung kemih. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi. Saat ini, kebersihan toilet di kantor sudah semakin baik sehingga perempuan sebaiknya tidak menahan keinginan untuk buang air kecil demi mencegah ISK.
Perawatan Area Kewanitaan yang Berlebihan
Penggunaan sabun antiseptik, cairan parfum area kewanitaan, atau sabun khusus yang berlebihan justru mengganggu flora normal di lingkungan tersebut. Flora normal ini berfungsi melindungi dari infeksi, sehingga jika terganggu, risiko infeksi saluran kemih akan meningkat. Hal yang sama berlaku bagi penggunaan pantyliner secara terus-menerus karena kondisi lembap yang ditimbulkan membuka peluang bagi bakteri untuk berkembang.
Penggunaan Bidet dengan Tekanan Air Kuat
Beberapa perempuan menggunakan bidet dengan tekanan air terlalu kuat untuk membersihkan area kewanitaan. Kebiasaan ini berisiko memaksa kuman masuk ke uretra dan memicu ISK. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan tekanan air yang lembut dan tidak langsung ke area sensitif tersebut.
Kebersihan Setelah Berhubungan Seksual
Perempuan yang aktif secara seksual harus menjaga kebersihan setelah berhubungan. ISK bukan berarti pasangan tidak bersih, melainkan perubahan mikroorganisme di saluran kemih dapat memicu infeksi. Membiasakan diri dengan higienitas setelah aktivitas seksual akan membantu menurunkan risiko ISK.
Frekuensi ISK dan Pemeriksaan Lanjutan
ISK yang terjadi satu sampai dua kali dalam setahun pada perempuan muda masih wajar. Namun, jika infeksi sering terjadi, hal ini mengindikasikan perlunya pemeriksaan medis lebih lanjut. Ada kemungkinan penyebab metabolik atau kebiasaan berkemih yang salah menjadi faktor utama infeksi berulang.
Pengaruh Obat Flu Terhadap Fungsi Kandung Kemih
Beberapa obat flu dapat mengganggu fungsi kandung kemih dan menimbulkan kesulitan buang air kecil. Pada kasus flu ringan, penggunaan obat pereda nyeri sederhana seperti paracetamol lebih dianjurkan untuk menghindari efek samping pada saluran kemih.
Mengelola kebiasaan sehari-hari dengan benar sangat penting untuk mencegah ISK pada perempuan yang aktif. Minum air yang cukup, tidak menahan buang air kecil, merawat area kewanitaan dengan tepat, dan menjaga kebersihan setelah aktivitas seksual adalah langkah-langkah sederhana namun efektif. Kesadaran terhadap faktor pemicu ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi sekaligus memperbaiki kualitas hidup perempuan yang sibuk dan dinamis.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com