Food Genomics: Inovasi Atur Pola Makan Sesuai Genetik untuk Kesehatan Optimal

Food genomics adalah pendekatan baru dalam pengaturan nutrisi yang disesuaikan dengan kode genetik individu. Konsep ini bertujuan memberikan pola makan yang sangat personal sesuai respons tubuh terhadap makanan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Menurut dr. Davie, dokter spesialis gizi klinik, food genomics berpotensi mendukung perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam dekade mendatang. Terapi nutrisi berbasis genetika ini memungkinkan rekomendasi asupan yang tidak sekadar mengikuti pola umum, melainkan sesuai karakteristik genetik tiap individu.

Prinsip Food Genomics dalam Nutrisi

Food genomics mengidentifikasi perbedaan genetik yang memengaruhi metabolisme dan toleransi makanan. Hal ini menjadi penting karena reaksi tubuh terhadap nutrisi seperti vitamin, lemak, dan karbohidrat tidaklah seragam pada semua orang. Pendekatan ini memakai hasil tes genetik untuk menyesuaikan pola makan sesuai kebutuhan biologis individu.

Tes food genomics dilakukan melalui sampel darah atau air liur dan membutuhkan analisis selama satu hingga dua minggu. Hasil analisis ini selanjutnya digunakan oleh dokter gizi untuk menyusun rekomendasi nutrisi personal, meliputi pengaturan makronutrien, vitamin D, asupan omega-3, serta program olahraga yang tepat.

Faktor Epigenetik dan Lingkungan

Meski hasil nutrigenomik bersifat tetap karena dasar genetik tidak berubah, faktor epigenetik serta pengaruh lingkungan seperti stres, pola hidup, dan aktivitas fisik tetap memengaruhi efektivitas pola makan. Itulah sebabnya satu diet yang berhasil bagi satu orang belum tentu optimal bagi orang lain.

Pendekatan ini juga berguna untuk mengidentifikasi potensi alergi atau intoleransi makanan sehingga dapat mencegah gangguan kesehatan yang terkait asupan tertentu. Dengan demikian, food genomics membantu menghindari risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak cocok.

Implementasi Food Genomics dalam Kehidupan Sehari-hari

Food genomics bukanlah pengganti prinsip hidup sehat dasar. Masyarakat tetap perlu menerapkan pola makan yang teratur, tidak melewatkan waktu makan, serta memastikan asupan gizi lengkap dan seimbang. Pendekatan nutrisi berdasarkan genetika ini sebaiknya menjadi pelengkap untuk mendapatkan hasil kesehatan yang lebih optimal.

Dokter Davie menegaskan bahwa teknologi ini dapat menjadi alat pendukung penting dalam menciptakan pola makan yang lebih personal. Dengan demikian, food genomics membuka peluang baru dalam menjawab kebutuhan nutrisi spesifik tiap individu dan memperbaiki tren kesehatan secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, food genomics menawarkan cara baru yang berbasis sains dalam pengelolaan gizi dan kesehatan. Metode ini memperhitungkan keragaman genetik sehingga dapat memberikan rekomendasi nutrisi yang lebih akurat dan efektif untuk jangka panjang.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version