
Gerakan Tutup Mulut (GTM) saat masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi tantangan serius bagi banyak orang tua. Kondisi ini merupakan respons anak menolak makan yang dapat berulang dan berdampak langsung pada kecukupan gizinya.
Menurut dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed, GTM sering terjadi dan tidak boleh dianggap remeh karena dapat mengganggu pemenuhan nutrisi penting di masa awal tumbuh kembang anak. Kebutuhan gizi bayi sangat tinggi, sementara kapasitas lambung mereka masih kecil. Sebagai contoh, untuk kebutuhan zat besi harian bayi, diperlukan asupan setara 11 potong daging ayam. Penolakan makan tentu menimbulkan risiko defisiensi gizi yang berpotensi menghambat perkembangan optimal.
Pentingnya Kreativitas dalam Menyiapkan MPASI
Orang tua, terutama ibu, memegang peranan penting dalam mengatasi GTM. Kreativitas dalam variasi menu, rasa, dan tekstur dapat memancing nafsu makan anak. Dr. Centa menekankan bahwa menghadirkan pengalaman makan yang menyenangkan dan beragam dapat memperkaya sensori anak serta melatih sistem pencernaannya.
Variasi rasa dan aroma yang tepat mampu merangsang selera makan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner sejak dini. Hal ini didukung oleh edukasi mengenai waktu pemberian makan yang sesuai, penyesuaian tekstur makanan berdasarkan usia, dan penyajian yang responsif terhadap tanda lapar dan kenyang anak. Oleh karena itu, GTM bukan hanya sekadar "penolakan makan" tapi bagian dari proses adaptasi yang perlu kesabaran dan strategi.
Peranan Bumbu dan Rempah untuk Perkaya Rasa
Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, menyatakan pentingnya penggunaan bumbu dan rempah aman dalam MPASI. Ia mengungkapkan bahwa mengenalkan cita rasa masakan Indonesia sejak dini tidak perlu dikhawatirkan. Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk dapat memberikan gurih alami dan aroma segar dengan takaran dan metode pengolahan yang sesuai usia bayi.
Pendapat ini sejalan dengan dr. Ayuca Zarry, Sp.A, yang menilai bahwa variasi rasa dan aroma memiliki efek positif pada nafsu makan anak. Menu MPASI yang menarik dan kaya rasa mendorong anak makan lebih lahap dan memperoleh pengalaman makan yang menyenangkan. Penggunaan rempah-rempah yang tepat membantu membangun preferensi makan sehat di masa depan.
Pengolahan bahan lokal seperti talas, bayam, dan ayam dengan cara kreatif tidak hanya membuat MPASI lebih lezat tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal. Aroma yang lebih berani justru dapat meningkatkan antusiasme makan anak.
Edukasi dan Dukungan untuk Orang Tua
Gerakan Lahap Makan SUN adalah salah satu program edukasi yang mendampingi ibu dan kader Posyandu di berbagai daerah. Program ini telah menjangkau lebih dari 90 ribu peserta dengan menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan dan latihan praktik penyediaan MPASI yang sesuai. Upaya ini membantu ibu lebih percaya diri menghadapi GTM dan memastikan anak memperoleh gizi yang cukup.
Produk inovatif seperti SUN Cinta Rasa Indonesia mengusung inspirasi masakan Nusantara dengan kandungan gizi terstandar dan bahan aman bagi bayi. Produk ini memberikan solusi praktis bagi ibu dalam menjalani MPASI di tengah keterbatasan waktu dan kekhawatiran akan pengolahan makanan.
Dengan pendekatan edukatif berkelanjutan dan dukungan inovasi produk, semakin banyak ibu terbantu untuk menghadapi tantangan GTM. Kreativitas dan variasi menu yang disajikan secara tepat memungkinkan anak lebih lahap makan dan mendukung tumbuh kembang optimal sejak masa awal kehidupan.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




