Aktor James Van Der Beek meninggal dunia pada 11 Februari 2026 setelah berjuang selama dua tahun melawan kanker kolorektal. Penyakit yang dideritanya diumumkan pada 2024 setelah hasil kolonoskopi rutin memperlihatkan adanya kanker.
Kanker kolorektal adalah penyakit yang menyerang usus besar (kolon) atau rektum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa ini merupakan kanker paling umum kedua di kalangan pria dan peringkat keempat di kalangan wanita di Indonesia. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat berujung pada kematian jika tidak terdeteksi dan diobati secara dini.
Faktor Risiko Kanker Kolorektal
Risiko kanker kolorektal meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada orang di atas 50 tahun. Selain itu, riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau gangguan genetik seperti sindrom Lynch juga meningkatkan kemungkinan terkena penyakit ini. Faktor gaya hidup seperti konsumsi daging olahan yang tinggi, kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan turut berperan.
Perkembangan dan Gejala Penyakit
Kanker ini biasanya bermula dari pertumbuhan abnormal yaitu polip pada lapisan usus. Pada stadium awal, kanker kolorektal sering tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga pemeriksaan rutin sangat penting. Gejala yang mungkin muncul meliputi perubahan pola buang air besar, seperti diare atau sembelit, adanya darah pada feses, kram atau nyeri perut, serta penurunan berat badan drastis tanpa sebab pasti.
Data Kasus dan Kematian Global
Menurut WHO, pada tahun 2020 terdapat lebih dari 1,9 juta kasus baru kanker kolorektal di dunia. Angka kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 930.000 jiwa, menjadikannya penyebab kematian kanker kedua tertinggi secara global. Prediksi pada tahun 2040 menunjukkan peningkatan kasus menjadi 3,2 juta kasus baru dan kematian mencapai 1,6 juta per tahun.
Metode Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis kanker kolorektal melibatkan pemeriksaan fisik, pencitraan seperti CT scan dan MRI, kolonoskopi, serta biopsi jaringan. Deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Pilihan terapi dapat berupa operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, radioterapi, serta terapi target dan imunoterapi yang disesuaikan dengan karakteristik kanker pasien.
Pencegahan dan Skrining
Pencegahan kanker kolorektal dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, termasuk diet kaya buah dan sayur, aktif bergerak, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol. Pemeriksaan skrining rutin sangat dianjurkan, terutama untuk mereka yang berisiko tinggi. Tes berbasis feses, seperti fecal occult blood test (FOBT), dapat mendeteksi darah tersembunyi dalam feses. Jika hasilnya positif, langkah lanjutan dengan kolonoskopi biasanya dianjurkan.
Kasus meninggalnya James Van Der Beek mengingatkan pentingnya kesadaran akan kanker kolorektal, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia lebih dari 50 tahun. Melakukan pemeriksaan rutin dan menjaga gaya hidup sehat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan meningkatkan peluang pengobatan yang berhasil.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






