Bahaya Lantai Licin di Rumah dan Tips Ampuh Cegah Risiko Cedera pada Anak

Lantai licin di rumah merupakan ancaman tersembunyi yang kerap diabaikan oleh orang tua. Anak-anak yang aktif berlari dan bermain di area dalam rumah bisa mengalami cedera serius akibat terpeleset, seperti memar, keseleo, hingga benturan kepala yang berbahaya.

Area yang paling rawan lantai licin adalah kamar mandi, dapur, teras, dan sekitar wastafel. Permukaan keramik, granit, atau marmer dianggap bersih tetapi mudah menjadi licin jika terkena air atau cairan pembersih.

Pengeringan cepat pada lantai basah sangat penting untuk mengurangi risiko terpeleset. Setelah mandi atau kegiatan membersihkan, segera lap dan dikeringkan agar anak bisa bermain tanpa bahaya.

Penggunaan keset penyerap air dengan alas anti-slip di pintu masuk, depan kamar mandi, dan dekat wastafel efektif mencegah lantai licin. Keset tersebut mencegah tergesernya alas saat diinjak anak yang aktif.

Cairan pembersih lantai harus digunakan dengan takaran tepat. Beberapa produk meninggalkan residu licin yang meningkatkan bahaya tergelincir. Jika perlu, bilas lantai dengan air bersih untuk menghilangkan sisa residu.

Cahaya yang cukup juga membantu orang tua dan anak mengenali area lantai yang basah atau licin. Pencahayaan redup menyulitkan pengawasan dan meningkatkan risiko kecelakaan di rumah.

Mengajarkan anak untuk tidak berlari di lantai yang basah memberikan kesadaran penting. Orang tua hendaknya memberi pengertian sederhana, meskipun mengontrol gerak aktif anak bukan hal mudah.

Lapisan atau cairan anti-slip adalah solusi tambahan untuk meningkatkan daya cengkeram lantai tanpa harus melakukan renovasi besar. Produk seperti No Slipy Gel dari JIB bisa diaplikasikan pada keramik, marmer, dan granit sehingga permukaan lantai tetap aman dan tidak licin.

Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat lantai rumah lebih aman dari risiko licin:
1. Kenali area rawan basah di rumah.
2. Segera keringkan lantai yang basah atau lembap.
3. Gunakan keset dengan alas anti-slip di titik rawan.
4. Pilih cairan pembersih yang tidak meninggalkan residu licin.
5. Pastikan pencahayaan cukup di seluruh ruangan.
6. Ajarkan anak untuk berhati-hati dan tidak berlari di lantai basah.
7. Pertimbangkan aplikasi lapisan anti-slip pada lantai keramik dan marmer.

Keamanan anak di rumah bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menata lingkungan agar bebas dari risiko tersembunyi. Memperhatikan kondisi lantai dan mencegah lantai licin menjadi langkah penting demi keselamatan dan kenyamanan saat anak bermain aktif di rumah.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button