Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan melaporkan empat warga meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) hingga 31 Maret 2026. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, total kasus DBD di wilayah itu mencapai 723 kasus, dengan sebaran paling banyak terjadi di Kota Palembang dan sejumlah kabupaten lain di Sumsel.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan tren kasus memang sempat menurun pada Maret, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Ia menyebut Januari mencatat 378 kasus, Februari 299 kasus, dan Maret turun menjadi 46 kasus, meski risiko penularan masih ada di banyak wilayah.
Sebaran kasus dan daerah dengan angka tertinggi
Data Dinkes Sumsel menunjukkan Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yakni 268 kasus. Setelah itu, Ogan Ilir mencatat 66 kasus, Lubuk Linggau 59 kasus, Banyuasin 55 kasus, dan Ogan Komering Ulu Selatan 49 kasus.
Adapun empat pasien yang meninggal dunia berasal dari Lubuk Linggau sebanyak dua orang, Ogan Ilir satu orang, dan Banyuasin satu orang. Ira menjelaskan, angka kematian tertinggi atau CFR tercatat di Lubuk Linggau sebesar 3,5, disusul Banyuasin 1,8 dan Ogan Ilir 1,5.
Data kasus DBD Sumsel per Januari-Maret 2026
- Januari 2026: 378 kasus
- Februari 2026: 299 kasus
- Maret 2026: 46 kasus
Daerah dengan kasus terbanyak
- Kota Palembang: 268 kasus
- Kabupaten Ogan Ilir: 66 kasus
- Kota Lubuk Linggau: 59 kasus
- Kabupaten Banyuasin: 55 kasus
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan: 49 kasus
Kasus DBD di Sumsel menunjukkan penyebaran yang tidak merata, tetapi tetap menekan fasilitas kesehatan di sejumlah daerah. Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa penanganan DBD tidak hanya bergantung pada layanan medis, melainkan juga pada pencegahan di tingkat rumah tangga dan lingkungan.
Upaya vaksinasi dengue untuk anak sekolah
Untuk menekan penularan, Dinkes Sumsel bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya melalui program pemantauan vaksinasi dengue. Program ini melibatkan 7.500 siswa sekolah dasar di Kota Palembang, dengan 5.000 anak di antaranya akan menerima vaksinasi.
Program tersebut menyasar anak usia 6–10 tahun di 60 sekolah dasar karena kelompok ini dinilai rentan terhadap infeksi dengue. Langkah ini diharapkan bisa menambah perlindungan pada kelompok usia yang banyak beraktivitas di sekolah dan lingkungan padat penduduk.
Langkah pencegahan yang perlu dijaga masyarakat
Ira menegaskan bahwa masyarakat memegang peran penting dalam menekan penyebaran dengue. Ia meminta warga rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan 3M Plus di lingkungan tempat tinggal.
3M Plus yang dimaksud meliputi:
- Menguras tempat penampungan air
- Menutup rapat wadah air
- Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air
- Menambahkan langkah pencegahan lain, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari gigitan nyamuk
Pola pencegahan ini penting karena nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak cepat di tempat yang bersih sekalipun jika terdapat genangan air. Karena itu, pemantauan jentik, kebersihan saluran air, dan kepedulian warga di tingkat RT dan keluarga tetap menjadi faktor utama dalam menahan laju DBD di Sumsel.
Di tengah masih adanya korban jiwa, Dinkes Sumsel menekankan bahwa kewaspadaan tidak boleh turun meski angka kasus Maret sempat melandai. Pemeriksaan dini saat demam, langkah pencegahan di rumah, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko penularan DBD di Palembang, Lubuk Linggau, Ogan Ilir, Banyuasin, dan daerah lain di Sumatra Selatan.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




