Medsos Bikin Capek Mental, 10 Cara Tetap Waras di Dunia Digital

Media sosial bisa jadi ruang yang membantu kesehatan mental, tetapi juga bisa membuat kepala terasa penuh jika dipakai tanpa kendali. American Psychiatric Association (APA) menilai kesejahteraan sosial punya peran penting dalam kebahagiaan dan kesehatan mental, sementara UNICEF mengingatkan bahwa ruang digital tetap membawa tantangan bagi emosi, pikiran, dan perilaku.

Karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan dengan sadar agar manfaatnya tetap terasa dan risikonya bisa ditekan. Saat platform online mulai memicu stres, iri, kesepian, rendah diri, atau kecemasan sosial, langkah sederhana dalam mengatur paparan dan memilih konten bisa membantu menjaga pikiran tetap lebih stabil.

Kenali dulu efek media sosial pada emosi

APA menjelaskan bahwa hubungan sosial dapat menjadi faktor pelindung dari gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Namun, efek media sosial tidak selalu sama bagi setiap orang, karena pada sebagian kasus rasa kesepian justru meningkat ketika media sosial dipakai sebagai pelarian dari interaksi sosial.

Di sisi lain, media sosial tetap bisa memberi dampak yang baik jika dipakai untuk memperkuat hubungan yang sudah ada dan membangun koneksi baru. UNICEF juga menekankan pentingnya menjaga diri dan orang lain di ruang digital agar penggunaan platform online tidak berubah menjadi sumber tekanan yang terus-menerus.

10 tips agar tetap waras digital

  1. Ikuti tagar dan topik yang memotivasi. APA menyarankan pengguna mengikuti topik seperti aktivitas, seni, musik, nutrisi, atau tagar yang mendorong rasa lebih tenang dan terhubung, seperti #mindfulness, #selfcare, #bodypositivity, dan #dailypoet.

  2. Bagikan unggahan yang positif. Konten yang membangun semangat, penuh rasa syukur, atau merayakan hal baik dapat membantu menjaga suasana hati tetap lebih sehat saat berselancar di platform digital.

  3. Pahami bahwa emosi di media sosial bisa menular. APA menyebut penelitian pada pengguna Facebook menunjukkan adanya penularan emosi, sehingga ekspresi orang lain di media sosial dapat ikut memengaruhi perasaan pengguna, baik ke arah positif maupun negatif.

  4. Jadikan media sosial ruang kreativitas. Platform digital bisa dimanfaatkan untuk berkarya dan mengekspresikan diri, termasuk dengan mengikuti akun atau tagar komunitas yang memberi inspirasi dan membantu perkembangan diri.

  5. Fokus pada teman nyata dan hubungan yang perlu dijaga. Kebiasaan terlalu sering mengamati kehidupan orang lain dapat memicu rasa kesepian dan perasaan tidak nyaman, sehingga perhatian tetap perlu diarahkan pada relasi yang benar-benar penting.

  6. Tetap jalani kehidupan di luar internet. Dunia online sebaiknya tidak menggantikan aktivitas luring, melainkan menjadi alat untuk memperkuat hubungan sosial yang sudah dimiliki.

  7. Selektif terhadap informasi yang dikonsumsi dan dibagikan. APA mengimbau pengguna untuk kritis terhadap isi, sumber, dan kredibilitas informasi sebelum ikut menyebarkannya agar ruang digital tidak dipenuhi konten yang menyesatkan.

  8. Periksa pengaturan privasi. Langkah ini penting untuk mengetahui data apa saja yang dibagikan dan siapa yang bisa melihatnya, sehingga pengguna punya kendali lebih besar atas keamanan akun dan informasi pribadi.

  9. Gunakan platform online untuk mendukung kesehatan mental. Bentuknya bisa berupa aplikasi meditasi, alat belajar daring, kelas olahraga, atau konten positif yang membantu kesejahteraan dan pembangunan identitas diri.

  10. Hindari doomscrolling. Pengguna perlu memahami bagaimana konten online memengaruhi emosi, pikiran, dan tindakan, lalu menetapkan batas pribadi agar waktu di media sosial tidak habis untuk konsumsi konten yang melelahkan mental.

UNICEF mengingatkan bahwa ruang digital memang membuka peluang untuk terhubung, belajar, dan berbagi hal penting, tetapi tetap perlu dipakai dengan tanggung jawab. Saat pengguna tahu kapan harus berhenti, memilih konten dengan lebih hati-hati, dan menjaga koneksi di dunia nyata, media sosial bisa tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa menguras kesehatan mental.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button