49.288 Kasus Obesitas di Gresik, Perempuan Dewasa Paling Banyak Terdampak

Author: Qoo Media

Dinas Kesehatan Gresik mencatat kasus obesitas di wilayah itu mencapai 49.288 orang hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, perempuan berusia di atas 18 tahun menjadi kelompok yang paling banyak mengalami obesitas.

Temuan ini membuat Dinkes Gresik memberi perhatian lebih pada perubahan pola hidup masyarakat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, Puspitasari Wardani, menyebut kebiasaan pasif dan konsumsi makanan tinggi kalori ikut mendorong tingginya kasus obesitas di daerah tersebut.

Perempuan Jadi Kelompok Terbanyak

Puspitasari mengatakan jumlah penderita obesitas di Gresik terus menjadi perhatian karena angkanya cukup besar. Ia menegaskan mayoritas kasus berada pada perempuan, sehingga pencegahan perlu menyasar kelompok tersebut dengan lebih spesifik.

“Sampai April 2026, ada sebanyak 49.288 warga obesitas, lebih banyak pada perempuan. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut Dinkes, kondisi ini tidak bisa dipandang sekadar persoalan berat badan. Obesitas dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius bila tidak dikendalikan sejak awal.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Puspitasari menjelaskan obesitas bisa memicu diabetes, asam lambung, gangguan pernapasan, dan radang sendi. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta penyumbatan arteri yang berujung pada penyakit jantung.

Ia juga menyoroti dampak psikologis yang kerap dialami penderita obesitas. Diskriminasi dan perundungan terkait bentuk tubuh dapat membuat sebagian orang rentan mengalami depresi.

Dalam penjelasannya, perempuan hamil dengan kondisi tubuh terlalu gemuk juga menghadapi risiko tambahan. Mereka cenderung lebih rentan mengalami kadar gula tinggi dan tekanan darah tinggi, sehingga peluang komplikasi saat kehamilan dan persalinan ikut meningkat.

Faktor Pemicu dan Upaya Pencegahan

Selain pola makan tinggi kalori, Dinkes Gresik menyebut faktor keturunan, penggunaan obat-obatan tertentu, dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko obesitas. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat masalah sudah muncul.

Karena itu, Dinkes Gresik mengimbau masyarakat menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Puspitasari menekankan bahwa menjaga berat badan ideal berkaitan langsung dengan kesehatan jangka panjang, bukan sekadar soal penampilan.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru