WNA Kontak Erat Hantavirus Dipantau Ketat di RSPI Sulianti Saroso, Hasil PCR Negatif Namun Isolasi Berlanjut

RSPI Sulianti Saroso membenarkan bahwa seorang warga negara asing yang menjadi kontak erat pasien Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius masih menjalani karantina dan pemantauan intensif. Meski hasil PCR menunjukkan negatif, pasien tetap ditempatkan di ruang isolasi sebagai langkah pencegahan agar tidak ada risiko penularan lebih lanjut.

Rumah sakit menegaskan proses observasi dilakukan mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku. Pemantauan juga belum dihentikan karena RSPI Sulianti Saroso masih menunggu arahan dari Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI terkait penyelesaian masa pemantauan.

Pemantauan masih berlanjut di ruang isolasi

Humas RSPI Sulianti Saroso, Sephin Fitriah, mengatakan pasien baru dapat kembali beraktivitas setelah ada keputusan resmi dari otoritas kesehatan. Ia menyebut, “Sesuai dengan prosedur harus menjalani pemantauan dulu. Nanti kalau sudah ada arahan untuk bisa selesai pemantauan, baru kami persilakan untuk kembali beraktivitas.”

WNA tersebut mulai dipantau di RSPI Sulianti Saroso sejak Sabtu (9/5/2026). Selama masa observasi, status negatif pada PCR belum otomatis membuat proses karantina dihentikan karena rumah sakit tetap mengutamakan kehati-hatian.

Riwayat kontak erat di kapal pesiar

Kementerian Kesehatan sebelumnya memastikan WNA itu menjadi kontak erat pasien Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Informasi yang diterima menyebutkan WNA tersebut sempat melakukan perjalanan ke Argentina pada Maret 2026.

Dalam perjalanan itu, WNA tersebut juga sempat menginap bersama pasien yang kemudian diketahui terjangkit Hantavirus. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah melakukan pemantauan sebagai langkah antisipatif.

Langkah pencegahan untuk menekan risiko

Pemerintah menempatkan observasi sebagai bagian dari upaya mencegah potensi penyebaran penyakit. Meski hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan infeksi, otoritas kesehatan tetap menunggu perkembangan pemantauan sebelum menyatakan seseorang aman kembali beraktivitas.

Kasus ini juga menyoroti perhatian terhadap Hantavirus yang masih dipantau otoritas kesehatan, termasuk kemungkinan penularan antarmanusia yang sampai sekarang masih diteliti. Selama penyelidikan ilmiah belum tuntas, langkah pengawasan ketat tetap menjadi prioritas pada setiap kontak erat yang teridentifikasi.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version