Kabar operasi bahu Raffi Ahmad membuat lipoma ikut menjadi perhatian publik. Kondisi ini berkaitan dengan benjolan lemak jinak yang tumbuh di bawah kulit dan kerap baru disadari saat ukurannya mulai terasa mengganggu.
Raffi menyebut benjolan di bahu kirinya telah diperiksa dokter dan dinilai perlu ditangani melalui operasi. Ia juga mengungkap ukuran benjolan itu sekitar 5-6 cm ke dalam, sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Apa itu lipoma
Lipoma adalah tumor jinak yang tersusun dari jaringan lemak. Benjolan ini tumbuh lambat, biasanya berada di antara kulit dan otot, serta umumnya tidak berubah menjadi kanker.
Kondisi ini termasuk salah satu tumor jaringan lunak yang paling sering ditemukan. Lipoma konvensional menjadi jenis yang paling umum dan tersusun dari sel lemak putih yang berfungsi menyimpan energi.
Secara fisik, lipoma biasanya terasa lunak, kenyal, dan mudah digerakkan saat disentuh. Benjolan ini juga sering tidak nyeri dan bisa muncul di berbagai bagian tubuh.
Lokasi yang paling sering muncul
Lipoma dapat terbentuk hampir di seluruh tubuh. Namun, benjolan ini paling sering ditemukan di bahu, leher, punggung, dada, lengan, dan paha.
Lokasi bahu seperti yang dialami Raffi termasuk salah satu yang umum dalam praktik medis. Pada banyak kasus, benjolan baru disadari ketika ukurannya sudah cukup jelas terlihat atau terasa saat berpakaian maupun mandi.
Sebagian lipoma tumbuh sangat perlahan selama bertahun-tahun. Ukurannya bisa hanya beberapa milimeter, tetapi pada sebagian orang dapat mencapai belasan sentimeter.
Penyebab dan faktor risiko
Penyebab pasti lipoma belum diketahui sepenuhnya. Namun, faktor genetik diduga memegang peran penting dalam kemunculannya.
Pada sebagian keluarga, kecenderungan munculnya lipoma bisa lebih tinggi. Kondisi ini bahkan dikenal dalam istilah hereditary multiple lipomatosis, yaitu munculnya banyak lipoma pada satu orang.
Sejumlah faktor juga diduga berkaitan dengan risiko lipoma, seperti usia 40–60 tahun, riwayat keluarga, cedera jaringan lunak tertentu, obesitas, gangguan metabolisme tertentu, dan konsumsi alkohol berlebihan pada beberapa kasus.
Meski begitu, hubungan sebab-akibat dari faktor-faktor tersebut masih terus diteliti. Karena itu, lipoma bisa muncul meski tanpa pemicu yang jelas.
Kapan lipoma menimbulkan keluhan
Sebagian besar lipoma tidak memunculkan gejala serius. Banyak orang baru menyadarinya setelah meraba benjolan kecil di bawah kulit.
Keluhan bisa muncul jika lipoma menekan saraf di sekitarnya atau tumbuh di area yang sensitif. Dalam situasi tertentu, benjolan juga dapat mengganggu gerakan atau menimbulkan masalah kosmetik.
Lipoma umumnya tidak nyeri dan tumbuh pelan. Namun, setiap benjolan baru tetap perlu diperiksa karena beberapa kanker jaringan lunak, seperti liposarkoma, dapat menyerupai lipoma pada tahap awal.
Bagaimana dokter memeriksanya
Dokter biasanya memulai dengan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan USG, CT scan, atau MRI.
Biopsi jaringan bisa dilakukan bila diagnosis masih belum jelas. Pemeriksaan tambahan umumnya dipertimbangkan jika benjolan tumbuh cepat, terasa nyeri, berukuran besar, atau letaknya dalam.
Langkah ini penting agar benjolan yang tampak mirip lipoma tidak keliru dipahami. Evaluasi medis membantu memastikan apakah benjolan tersebut benar-benar jinak atau perlu penanganan lebih lanjut.
Mengapa lipoma bisa dioperasi
Tidak semua lipoma harus diangkat melalui operasi. Banyak kasus cukup dipantau selama benjolan tidak menimbulkan keluhan berarti.
Operasi biasanya direkomendasikan jika lipoma terus membesar, menimbulkan nyeri, mengganggu gerakan, menekan saraf atau pembuluh darah, mengganggu penampilan, atau masih menimbulkan keraguan dalam diagnosis.
Dalam kasus Raffi Ahmad, tindakan operasi dipilih karena benjolan di bahu dinilai perlu segera ditangani. Ia juga menyampaikan bahwa benjolan itu mengganggu tubuhnya dan tidak boleh dianggap sepele.
Seperti apa prosedur pengangkatannya
Operasi lipoma tergolong tindakan yang relatif sederhana. Dokter bedah biasanya membuat sayatan kecil untuk mengangkat seluruh jaringan lemak penyebab benjolan.
Pada banyak kasus, prosedur dilakukan dengan anestesi lokal dan pasien bisa pulang di hari yang sama. Mayo Clinic menyebut pengangkatan lipoma lewat operasi memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan risiko kambuh yang rendah jika jaringan lipoma terangkat seluruhnya.
Selain operasi konvensional, beberapa kasus dapat ditangani dengan liposuction, teknik eksisi minimal, atau injeksi tertentu untuk mengecilkan ukuran benjolan. Meski demikian, operasi tetap menjadi terapi utama yang paling umum dipakai.
Royal National Orthopaedic Hospital di Inggris menyebut lipoma sederhana sangat jarang tumbuh kembali setelah pengangkatan sempurna. Meski begitu, kontrol lanjutan tetap penting agar proses pemulihan berjalan baik dan benjolan tidak muncul lagi.
Saat ini belum ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah lipoma. Karena faktor genetik diduga berperan besar, banyak kasus muncul tanpa kaitan langsung dengan pola hidup tertentu.
Namun, pemeriksaan ke dokter tetap disarankan setiap kali muncul benjolan baru di tubuh. Langkah ini penting agar penyebab benjolan bisa dipastikan sejak awal dan penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan medis.
Source: www.beritasatu.com