Momen Iduladha sering membuat konsumsi daging meningkat tajam karena sajian kurban hadir hampir di setiap rumah. Dalam jumlah berlebihan, terutama bila daging merah diolah dengan santan atau digoreng, kebiasaan ini dapat ikut menaikkan risiko kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. World Health Organization (WHO) menyebut lebih dari 39% orang dewasa di dunia mengalami gangguan kolesterol, dan salah satu pemicunya adalah pola makan tidak sehat serta kurang aktivitas fisik.
Mengapa daging kurban perlu dibatasi
Daging sapi dan kambing memang menjadi sumber protein yang umum dikonsumsi saat Iduladha. Namun, daging merah juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, apalagi jika porsinya tidak dikendalikan.
Risiko meningkat ketika konsumsi daging tidak diimbangi sayur, buah, dan gerak tubuh yang cukup. Dalam kondisi seperti itu, lemak lebih mudah menumpuk di pembuluh darah dan mengganggu kesehatan jantung.
10 gejala kolesterol tinggi yang perlu dikenali
Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Meski begitu, beberapa tanda berikut bisa menjadi peringatan yang patut diperhatikan.
-
Muncul benjolan kuning di kulit atau tendon, yang dikenal sebagai xanthomas. Kondisi ini sering terlihat di siku, lutut, atau punggung tangan dan berkaitan dengan penumpukan kolesterol.
-
Ada lingkaran putih atau abu-abu di sekitar kornea mata, atau corneal arcus. Pada usia lanjut, kondisi ini bisa terkait penuaan, tetapi pada usia muda dapat menjadi tanda kolesterol tinggi.
-
Nyeri dada saat beraktivitas. Keluhan ini dapat muncul ketika aliran darah dan oksigen ke jantung terganggu akibat sumbatan arteri.
-
Tubuh terasa mudah lelah tanpa sebab yang jelas. Jantung bisa bekerja lebih keras saat harus memompa darah melalui pembuluh yang menyempit.
-
Sesak napas, baik saat bergerak maupun saat beristirahat. Gejala ini dapat mengarah pada gangguan jantung yang berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi.
-
Mual yang muncul bersama nyeri dada atau sesak napas. Dalam kondisi seperti ini, mual tidak boleh dianggap sepele karena bisa terkait gangguan jantung.
-
Hasil tes darah menunjukkan kadar kolesterol tinggi. Pemeriksaan darah menjadi cara paling akurat untuk mengetahui kondisi kolesterol dalam tubuh.
-
Ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau gangguan kolesterol. Faktor genetik ikut memengaruhi risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi.
-
Tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dua kondisi ini kerap berjalan beriringan dan sama-sama meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
- Diabetes. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan ikut meningkatkan kadar LDL.
Langkah yang bisa membantu mengontrol kolesterol
Pengaturan makan menjadi langkah utama yang paling relevan saat daging kurban tersedia dalam jumlah banyak. Konsumsi daging merah perlu dikurangi, lalu diganti atau diimbangi dengan buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
Aktivitas fisik juga penting untuk membantu menaikkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat. Rekomendasinya adalah olahraga minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, atau bersepeda.
Menjaga berat badan ideal dapat membantu memperbaiki profil kolesterol dan mendukung kesehatan jantung. Berhenti merokok juga memberi manfaat karena dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Bila perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat meresepkan obat seperti statin. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan agar kadar kolesterol terpantau dan penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Pada masa perayaan, pengendalian porsi daging kurban menjadi penting agar kenikmatan makan tidak berubah menjadi risiko kesehatan. Waspadai gejala yang muncul, terutama jika nyeri dada, sesak napas, atau kelelahan terjadi berulang, karena pemeriksaan lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
