
RSK Dharmais mulai memanfaatkan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) dalam layanan penanganan kanker untuk membantu dokter membaca karakteristik molekuler tumor pasien secara lebih rinci. Pendekatan ini diarahkan agar terapi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan menyesuaikan kondisi masing-masing pasien.
Penerapan NGS di rumah sakit kanker tersebut menjadi bagian dari pergeseran layanan menuju precision medicine, yakni pengobatan yang disusun berdasarkan profil genetik tumor, kondisi biologis pasien, dan respons tubuh terhadap terapi. Dalam acara bertema Memperkuat Penanganan Kanker Melalui Next-Generation Sequencing (NGS) di Jakarta Barat, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Eka Widya Khorinal, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pemeriksaan berbagai biomarker genomik dalam satu kali tes.
Pemeriksaan Genetik yang Lebih Komprehensif
NGS membantu dokter menganalisis banyak gen secara bersamaan tanpa perlu memeriksanya satu per satu. Cara ini memberi gambaran yang lebih utuh tentang penyakit pasien dan mempercepat proses penentuan strategi pengobatan.
Eka menyampaikan bahwa informasi molekuler yang lebih lengkap dapat mendukung keputusan terapi yang lebih personal, tepat sasaran, dan berbasis bukti. Dengan demikian, dokter tidak hanya melihat jenis kanker secara umum, tetapi juga memahami perubahan genetik yang membentuk perilaku tumor.
Mutasi yang Bisa Diidentifikasi Lebih Luas
Dalam praktiknya, pendekatan berbasis genomik ini dapat membantu identifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru. Pada kasus CLL, pemeriksaan yang sama bisa mendeteksi 23 jenis mutasi gen secara lebih efisien.
Pada kanker payudara HR+/HER2-, hasil pemeriksaan dapat memberi informasi lebih dalam tentang karakteristik biologis tumor, termasuk perubahan molekuler seperti mutasi pada PIK3CA, AKT, dan PTEN. Data ini kemudian bisa menjadi salah satu acuan dalam mempertimbangkan terapi bertarget, termasuk capivasertib, selama ada indikasi klinis yang sesuai, ketersediaan obat, dan evaluasi menyeluruh dari dokter.
Biomarker Jadi Kunci Penanganan Kanker
Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Arif Riswahyudi Hanafi, menegaskan bahwa pemahaman terhadap biomarker kini semakin penting dalam penanganan kanker. Ia menilai dua pasien dengan diagnosis yang sama bisa saja memiliki karakteristik molekuler yang berbeda, sehingga kebutuhan terapi mereka juga tidak selalu sama.
Kondisi itu tampak jelas pada kanker paru, terutama saat pasien sudah berada pada stadium lanjut. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan informasi biomarker menjadi sangat penting agar dokter dapat segera menentukan arah terapi yang paling sesuai.
Arif menyebut pemeriksaan molekuler komprehensif seperti NGS memberi dasar yang lebih kuat bagi pengambilan keputusan klinis. Informasi yang lebih spesifik membantu dokter memahami sifat biologis penyakit secara lebih mendalam dan menyesuaikan terapi dengan kondisi pasien.
Beban Kanker di Indonesia Masih Tinggi
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker masih menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia dengan lebih dari 408.000 kasus baru setiap tahun. Kanker payudara dan kanker paru tercatat sebagai dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan.
Tingginya jumlah kasus itu memperlihatkan bahwa penanganan kanker tidak hanya soal banyaknya pasien, tetapi juga kompleksitas biologis penyakitnya. Karena itu, layanan seperti NGS di RSK Dharmais menjadi relevan untuk memperkuat diagnosis dan mendukung terapi yang lebih presisi.
Pendekatan berbasis genomik memberi peluang bagi dokter untuk membaca kanker secara lebih detail sejak awal pemeriksaan. Dengan informasi biomarker yang lebih lengkap, strategi pengobatan dapat disusun lebih cermat sesuai karakteristik masing-masing pasien.
Source: lifestyle.bisnis.com








