SEA Health Summit mulai menempatkan Indonesia sebagai pasar prioritas dalam ekspansi inovasi kesehatan di Asia Tenggara. Penyelenggara forum ini menilai Indonesia memiliki peluang besar karena jumlah penduduknya paling besar di kawasan, ditopang transformasi layanan kesehatan, akselerasi digitalisasi, dan pertumbuhan ekosistem teknologi kesehatan.
Fokus itu muncul seiring rencana SEA Health Summit menggandeng institusi medis di Indonesia pada tahap pengembangan berikutnya. Forum ini tidak hanya dirancang sebagai acara tahunan, tetapi juga sebagai wadah yang ingin tumbuh menjadi pusat inovasi kesehatan lintas negara di Asia Tenggara.
Indonesia masuk radar ekspansi kawasan
CEO RISE sekaligus Managing Partner SeaX Ventures, Dr. Kid Parchariyanon, menyebut Asia Tenggara memiliki potensi besar di sektor kesehatan, tetapi belum memiliki ruang yang benar-benar menyatukan para pemangku kepentingan. Karena itu, SEA Health Summit disiapkan untuk berkembang bersama kebutuhan kawasan.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan di Thailand hanya menjadi titik awal. “Kami memilih memulai di Thailand karena negara ini memiliki infrastruktur medis kelas dunia dan ekosistem inovasi kesehatan yang berkembang pesat. Namun, ambisi kami tidak pernah terbatas pada satu negara,” katanya dalam taklimat resmi.
Pernyataan itu memperlihatkan arah forum yang ingin memperluas jejaring ke negara lain, termasuk Indonesia. Posisi Indonesia dinilai strategis karena pasar kesehatannya besar dan terus bergerak mengikuti perubahan layanan berbasis teknologi.
Kolaborasi lintas negara untuk dorong inovasi
Managing Director Krungthep Turakij, Veerayuth Saengkrajang, mengatakan kerja sama dengan RISE dan SeaX Ventures sejalan dengan upaya menciptakan ruang pertukaran gagasan dan pengetahuan. Menurut dia, langkah ini penting untuk mendorong kemajuan sektor kesehatan di Thailand dan Asia Tenggara.
“Kolaborasi kami dengan RISE dan SeaX Ventures dalam SEA Health Summit juga selaras dengan misi kami untuk mendorong kemajuan kawasan ini,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih terhubung.
SEA Health Summit digelar oleh RISE, SeaX Ventures, dan Krungthep Turakij atau Nation Group. Dalam forum itu, ketiganya membingkai inovasi kesehatan sebagai isu kawasan yang membutuhkan koordinasi antarpelaku industri, institusi medis, dan mitra riset.
SPARK Southeast Asia dorong hilirisasi riset
Dalam rangkaian forum tersebut, peluncuran SPARK Southeast Asia di bawah SEA Health Innovation Hub atau SEA HI Hub menjadi salah satu agenda penting. Inisiatif ini dirancang untuk mempercepat hilirisasi riset agar hasil pengembangan tidak berhenti di laboratorium atau ruang akademik.
SEA HI Hub juga mengusung tema pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kesehatan dan umur panjang. Arah ini menunjukkan bahwa forum melihat teknologi sebagai salah satu penopang utama masa depan layanan kesehatan di Asia Tenggara.
Agenda ini mempertemukan lebih dari 400 pemimpin sektor kesehatan dari Thailand dan berbagai negara Asia Tenggara. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas peluang kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan arah pengembangan layanan kesehatan kawasan secara lebih terintegrasi.
SEA HI Hub bidik 100 juta pasien
Saat ini, SEA HI Hub menjangkau lebih dari 25 juta pasien melalui jaringan mitranya di Asia Tenggara. Angka itu menjadi dasar bagi target yang lebih besar, yakni memperluas jangkauan hingga 100 juta pasien pada 2028.
Dalam target tersebut, Indonesia diposisikan sebagai salah satu pasar utama. Penempatan ini sejalan dengan besarnya populasi Indonesia serta peluang pengembangan inovasi kesehatan yang dinilai masih sangat terbuka.
Dengan arah ekspansi tersebut, Indonesia bukan hanya dilihat sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra penting dalam membentuk ekosistem kesehatan kawasan. SEA Health Summit menempatkan kolaborasi, riset, dan teknologi sebagai tiga elemen yang akan menentukan seberapa jauh inovasi kesehatan Asia Tenggara dapat berkembang.
