Asam Urat Tinggi Bisa Menyusun Batu Ginjal, Ini Mekanisme Yang Sering Terlewat

Banyak orang mengenal asam urat sebagai penyebab nyeri dan bengkak pada sendi, terutama di jempol kaki. Namun, kadar asam urat yang tinggi dan tidak terkontrol juga bisa berdampak ke ginjal dan memicu terbentuknya batu ginjal.

Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba. Saat asam urat menumpuk di darah dan ginjal tidak mampu membuangnya dengan optimal, zat tersebut dapat mengendap di saluran kemih lalu membentuk kristal yang semakin lama bisa mengeras menjadi batu ginjal.

Mengapa asam urat bisa menjadi batu ginjal

Ginjal berfungsi menyaring zat sisa metabolisme dari tubuh, termasuk asam urat, lalu membuangnya lewat urine. Masalah terjadi ketika kadar asam urat terlalu tinggi, atau disebut hiperurisemia, sehingga urine menjadi terlalu jenuh oleh asam urat.

Dalam kondisi urine yang sangat asam, asam urat lebih sulit larut. Zat ini lalu membentuk kristal-kristal kecil yang dapat saling menempel, membesar, dan akhirnya menjadi batu ginjal yang dikenal sebagai uric acid stones.

Kaitan ini bukan sekadar teori. National Kidney Foundation mencatat sekitar satu dari 10 penderita asam urat berisiko mengalami komplikasi batu ginjal di kemudian hari.

Batu asam urat sering sulit terlihat

Batu ginjal akibat asam urat punya ciri berbeda dari batu ginjal berbahan kalsium. Batu ini bersifat radiolusen, artinya tembus terhadap sinar-X, sehingga kerap tidak tampak pada rontgen biasa.

Karena itu, pemeriksaan seperti USG atau CT scan biasanya dibutuhkan untuk memastikan keberadaannya. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat apakah ada batu yang mengganggu aliran urine atau memengaruhi fungsi ginjal.

Gejala yang perlu diwaspadai

Batu ginjal akibat asam urat dapat menimbulkan nyeri tajam di punggung bagian bawah, sisi tubuh, atau di bawah tulang rusuk. Rasa nyeri ini bisa datang dan pergi, lalu menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan.

Keluhan lain yang sering muncul adalah rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil. Urine juga bisa tampak keruh, berwarna kemerahan karena darah, atau berbau lebih menyengat dari biasanya.

Sebagian orang juga merasakan dorongan buang air kecil yang lebih sering, tetapi urine yang keluar sedikit. Jika gejala itu muncul, terutama pada orang dengan riwayat asam urat tinggi, pemeriksaan dokter perlu segera dilakukan.

Langkah pencegahan yang disarankan

Harvard Health Publishing menyebut komplikasi batu ginjal akibat asam urat dapat dicegah bila kadar asam urat dikendalikan sejak dini. Salah satu langkah utama adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Minum air putih sekitar 2,5 hingga 3 liter per hari dapat membantu mengencerkan konsentrasi asam urat dalam urine. Kebiasaan ini membuat kristal lebih sulit terbentuk di saluran kemih.

Pola makan juga perlu dijaga. Makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan makanan laut sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi kadar asam urat.

Minuman manis yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa juga perlu dihindari. Jenis minuman ini dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh.

Menjaga berat badan tetap ideal ikut membantu mengurangi beban kerja ginjal dan mendukung pengendalian asam urat. Jika perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat meresepkan allopurinol untuk menurunkan produksi asam urat.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan alkalinizing agent seperti kalium sitrat. Obat ini membantu meningkatkan pH urine sehingga asam urat lebih mudah larut dan tidak mudah membentuk kristal.

Asam urat tinggi bukan hanya soal nyeri sendi, tetapi juga sinyal bahwa tubuh mungkin sedang mengalami gangguan metabolisme yang bisa berdampak ke ginjal. Karena itu, kontrol asam urat, cukup cairan, dan pemeriksaan medis saat gejala muncul menjadi langkah penting untuk menekan risiko batu ginjal.

Source: www.beritasatu.com
Terkait