Penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa rasa sakit yang jelas pada tahap awal. Seseorang bahkan bisa tetap merasa bugar dan menjalani aktivitas normal meski fungsi ginjalnya telah banyak berkurang.
Ginjal memiliki cadangan fungsi yang besar, sehingga unit penyaring yang masih sehat dapat bekerja lebih keras untuk menutup kerusakan pada unit lain. Mekanisme kompensasi ini membuat tanda penyakit sering baru terasa ketika kondisi sudah lebih berat.
Dokter nefrologi dan transplantasi dari Rumah Sakit Apollo Bengaluru, dr Srivatsa A, mengatakan ginjal memiliki kemampuan kompensasi yang luar biasa. “Ginjal memiliki cadangan fungsional yang luar biasa. Unit penyaring yang sehat secara otomatis akan bekerja ekstra keras untuk mengimbangi unit lain yang rusak,” katanya, dikutip health.detik.com dari Times of India.
Akibatnya, pasien dapat kehilangan hingga 80 persen fungsi ginjal tanpa merasakan tanda penyakit yang nyata. Keluhan berat biasanya muncul saat fungsi ginjal yang tersisa tidak lagi mampu menopang kebutuhan tubuh.
1. Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah
Pembengkakan dapat terjadi ketika cairan tidak tersaring dan kemudian menumpuk di dalam tubuh. Keluhan ini dapat terlihat pada kaki, pergelangan kaki, maupun wajah.
2. Kelelahan ekstrem yang menetap
Rasa lelah yang sangat berat dan terus-menerus patut diperhatikan, terutama bila tidak membaik. Pada gangguan ginjal yang berat, kondisi ini dapat muncul bersamaan dengan penumpukan limbah metabolik dalam darah.
3. Nafsu makan menurun drastis
Penurunan nafsu makan termasuk keluhan yang disebut perlu diwaspadai pada penyakit ginjal. Gejala ini dapat muncul ketika tubuh mulai mengalami dampak dari fungsi penyaringan yang menurun.
4. Mual hingga muntah
Mual dan muntah dapat terjadi saat limbah metabolik beracun menumpuk di aliran darah. Keluhan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa tubuh tidak lagi mampu mengelola sisa metabolisme secara optimal.
5. Kram otot yang sering kambuh
Kram otot berulang masuk dalam daftar keluhan yang kerap diabaikan. Jika berlangsung menetap atau muncul bersama gejala lain, kondisi ini perlu mendapat perhatian.
6. Sulit berkonsentrasi atau linglung
Gangguan konsentrasi hingga rasa linglung dapat muncul ketika kondisi tubuh sudah terdampak lebih luas. Gejala ini termasuk tanda yang perlu diwaspadai, bukan sekadar dianggap kelelahan biasa.
7. Perubahan frekuensi atau warna urine
Perubahan saat buang air kecil, baik pada frekuensi maupun warna urine, juga termasuk sinyal yang tidak boleh diabaikan. Keluhan ini relevan karena ginjal berperan sebagai penyaring alami tubuh.
8. Kulit kering dan gatal parah
Kulit yang terasa sangat kering disertai gatal parah dapat menyertai penumpukan limbah metabolik. Pada tahap berat, keluhan gatal dapat muncul bersamaan dengan mual, muntah, dan kelelahan hebat.
9. Hipertensi yang sulit dikendalikan
Tekanan darah tinggi yang mendadak sulit dikendalikan menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Hipertensi kronis juga merupakan faktor risiko utama karena dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai filter ginjal.
Selain hipertensi, diabetes menjadi faktor risiko penting penyakit ginjal kronis. Kedua kondisi tersebut dapat perlahan merusak pembuluh darah kecil di ginjal, sehingga kelompok dengan risiko ini perlu lebih peka terhadap keluhan yang menetap.
Ketika kemampuan kompensasi ginjal akhirnya tidak lagi mencukupi, dampaknya dapat meluas ke berbagai sistem tubuh. Ginjal yang rusak juga tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin dalam jumlah cukup, yang dapat memicu anemia berat dan sesak napas terus-menerus.







